Temuan 1,1 juta Kg minyak goreng,ditimbun di gudang yang berada di Deliserdang (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Tim Satgas Pangan Sumut menemukan tumpukan minyak goreng sebanyak 1,1 juta kilogram dari gudang di Kabupaten Deliserdang. Pihak manajemen sengaja tidak mendistribusikan karena biaya produksi lebih mahal ketimbang harga pasar.
Hal tersebut dikatakan Kepala Biro Perekonomian Pemerintah Provinsi Sumut, Naslindo Sirait, kepada wartawan di Kota Medan, Sabtu (19/2). Ia sempat berbincang dengan manajemen perusahaan minyak goreng tersebut.
"Saat kita tanyakan kenapa tidak diedarkan dan tertahan di sana (gudang)?" kata Naslindo.
"Mereka jawab takut rugi, karena harga HET sekarang. Padahal itu sudah ada mekanismenya dan merekan bisa klaim harga kerugiannya."
"Jadi tidak ada alasan sebenarnya menahan. Karena mereka berpikir secara manajemen bahwa mereka rugi," ujar Naslindo.
Temuan gudang yang diduga melakukan penimbunan tersebut setelah Tim Satgas Pangan terdiri dari dua komponen, Polda Sumut dan Pemprov Sumut melakukan pemantauan.
Naslindo menuturkan, perusahaan tidak mau rugi harga minyak goreng premium dengan HET sebesar Rp 14 ribu per liter. Sementara harga pasaran jauh berbeda dengan biaya produksi.
Alasan inilah yang membuat manajemen tidak menyalurkan minyak goreng ke pasar, dan menumpuknya di gudang. "Pemerintah punya mekanisme dan dipastikan baik itu produsen maupun distributor pedagang harus memastikan barang ini di pasar," ucapnya.
Naslindo mengungkapkan, alasan lain dari manajemen tidak menyalurkan minyak goreng ke pasar, kebijakannya operasionalnya dari Jakarta.
"Kami meminta minta tunjukkan faks atau surat dan saya minta telpon pimpinannya bisa dihubungkan. Setelah itu, mereka menjawab bahwa mereka mendapat kesulitan dan rugi dengan harga sekarang," ungkapnya.
"Apalagi mereka membeli bahan baku lebih mahal. Tapi saya bilang tetap tidak bisa, begitu karena ini sudah mekanisme. Saya minta hari ini mulai menyalurkan di titik distributor," sambung Naslindo.
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut telah menindaklanjuti temuan ini. Karena, pihak kepolisian merupakan bagian dari Satgas Pangan Sumut.
Tumpukkan minyak minyak goreng sebanyak 1,1 juta kilogram merupakan jumlah yang cukup besar. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan 6 hingga 10 persen konsumsi minyak goreng di Sumut.
"Kalau kita hitung angka 1,1 juta kilogram itu, perbulannya 6-10 persen untuk (memenuhi) kebutuhan kita," kata Naslindo.
Tim Satgas Pangan Sumut menemukan tumpukan minyak goreng itu di beberapa gudang penyimpanan, di Deliserdang.
Tim ini dibentuk berawal dari keksosongan stok minyak goreng di pasar tradisional dan ritel modern di sejumlah wilayah Sumut. Imbasnya, harga melonjak tajam.
"Memang ada kekosongan dan beberapa waktu ini ada kelangkaan di pasar di Kota Medan. Maka kami kemarin berjalan mulai dari daerah Deliserdang. Faktanya di satu lokasi itu kita menemukan minyak goreng yang berjumlah sangat banyak sekitar 1,1 juta kilogram," tandas Naslindo.
(JW/RZD)