Bank Mandiri Digitalkan 241 Cabang Serentak di Seluruh Indonesia

Bank Mandiri Digitalkan 241 Cabang Serentak di Seluruh Indonesia
Senior Executive Vice President Micro and Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus K Triprakoso, memberikan sambutan dalam acara "241 Smart Branch by Mandiri" secara serentak di seluruh Indonesia (Analisadaily/Istimewa)

Anlisadaily.com, Medan - Bank Mandiri kembali melanjutkan transformasi digital dengan menghadirkan 241 Smart Branch by Mandiri yang yang tersebar di 89 kabupaten/kota di 29 provinsi.

Melalui inovasi yang diluncurkan secara serentak di seluruh Indonesia, Jumat (29/7) itu, diharapkan seluruh nasabah dan masyarakat di Indonesia dapat merasakan pengalaman perbankan baru serta mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Inovasi yang diluncurkan kali ini telah mengadopsi fitur-fitur layanan baru yang berorientasi kepada nasabah (customer centric). Melalui fitur-fitur ini, nasabah yang datang ke Smart Branch by Mandiri akan merasakan pengalaman perbankan yang cepat, mudah, aman dan handal dengan dukungan teknologi digital.

Smart Branch by Mandiri didesain untuk dapat mengakomodir kebutuhan nasabah berdasarkan tingkat adopsi digital dengan menghadirkan proses layanan yang terintegrasi dengan saluran digital (Livin’ dan Kopra) dan mesin layanan mandiri (self-service machine). Selain itu, nasabah yang memerlukan konsultasi produk dan layanan lainnya juga dapat langsung dibantu oleh general banker (GB) yang bertugas.

Senior Executive Vice President Micro and Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus K Triprakoso, menjelaskan, langkah transformasi digital ini juga merupakan bagian dari inisiatif Bank Mandiri dalam mendorong peningkatan literasi keuangan digital di Tanah Air. Untuk itu, transformasi Smart Branch by Mandiri akan hadir dalam tiga tipe, antara lain Digital Box, Hybrid Branch dan Upgrade Branch.

"Ketiga tipe ini diharapkan dapat mengakomodir seluruh karakter nasabah maupun masyarakat yang masih membutuhkan layanan perbankan di cabang maupun edukasi finansial dengan lebih nyaman dan interaktif," ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Minggu (31/7).

Digital Box akan hadir untuk nasabah yang membutuhkan layanan perbankan secara ekspres tanpa antrean. Tipe Hybrid Branch hadir untuk membantu nasabah yang membutuhkan layanan cepat dan terdigitalisasi, serta beragam kebutuhan finansial yang kompleks lainnya.

Sementara, Upgrade Branch (Digital Corner) dihadirkan bagi nasabah yang membutuhkan pendampingan staf untuk bertransaksi dan beragam kebutuhan finansial yang kompleks lainnya.

Ketiga jenis cabang tersebut dilengkapi dengan self-service machine seperti ATM Setor Tarik, Customer Service Machine (CSM), Video Conference Box yang memungkinkan nasabah berinteraksi secara daring dengan staf Bank Mandiri, dan General Banker yang akan memberikan solusi finansial kepada nasabah.

Josephus melanjutkan, Smart Branch by Mandiri hadir untuk memberikan kemudahan transaksi perbankan bagi nasabah karena proses layanannya yang terintegrasi dengan Livin’ by Mandiri. Melalui fitur "Layanan Cabang" di Livin’ by Mandiri, nasabah dapat membuat reservasi sebelumnya untuk bertransaksi di Smart Branch by Mandiri dengan lebih cepat, mudah, aman dan sesuai kebutuhan.

Tidak hanya itu, bagi nasabah yang belum melakukan reservasi melalui Livin’ by Mandiri, Bank Mandiri tetap menghadirkan kemudahan transaksi dengan adanya formulir elektronik (e-Form) yang nirkertas.

"Dengan implementasi sistem operasional cabang yang baru, keamanan transaksi nasabah dapat dijaga dengan baik melalui metode persetujian personal yang dapat dilakukan oleh nasabah sendiri terintegrasi dengan Livin’ by Mandiri," imbuhnya.

Perkuat Kapasitas SDM

Di sisi lain, Josephus menjelaskan, dalam mendukung digitalisasi, Bank Mandiri secara konsisten turut melakukan pengembangan karir sumber daya manusia (SDM) lewat program "Mandirian Siap Jadi Digital". Ini sudah menjadi strategi bisnis perusahaan sejak awal.

"Dalam menyiapkan SDM agar tetap relevan, Bank Mandiri mengutamakan prinsip tidak ada peran dari Mandirian yang terpinggirkan. Karena kami yakin, kualitas SDM yang adaptif dengan Gerakan Bersama dari seluruh Mandirian merupakan kunci keberhasilan transformasi digital dan keberlangsungan bisnis Bank Mandiri ke depan," terangnya.

Lebih lanjut, dalam peta jalan transformasi digital Bank Mandiri, pengembangan SDM atau Mandirian telah menjadi fokus utama perseroan. Secara bertahap, Bank Mandiri telah menyiapkan Strategic Workforce Program (SWP) berupa upskilling maupun reskilling kepada Mandirian, mulai dari tenaga-tenaga garda terdepan (frontliner) seperti di cabang hingga back office untuk dapat beradaptasi dengan cepat pada peran baru yang dijalankan, sehingga tidak ada pengurangan pegawai sama sekali.

"Ke depan, Bank Mandiri akan terus melakukan perekrutan talenta-talenta muda yang diharapkan dapat mendukung pengembangan bisnis Bank Mandiri, terutama dalam mendukung transformasi digital. Dengan meningkatnya aktivitas bisnis dengan tetap secara konsisten memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, tentunya diperlukan kapasitas SDM yang cukup dengan kapabilitas yang relevan," pungkasnya.

(GAS/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi