Sudah Sepantasnya Futsal Jadi Cabor Sendiri di Bawah KONI

Sudah Sepantasnya Futsal Jadi Cabor Sendiri di Bawah KONI
Asosiasi Futsal Kota (AFK) Medan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Asosiasi Futsal Kota (AFK) Medan mengapresiasi KONI Sumut yang segera memediasi menyelesaikan polemik Asprov PSSI Sumut dengan AFP daerah.

"Saya sangat mendukung langkah KONI Sumut untuk memediasi Asprov PSSI dan AFP sehingga polemik dalam pembentukan tim futsal selesai," kata Ketua AFK Medan, M Husaini Al Mabayyin, di Medan, Sabtu (6/5).

04 Jun 2024 09:19 WIB

Juventus dan Allegri Sepakat Pisah

04 Jun 2024 07:32 WIB

RESMI: Mbappe Gabung Real Madrid

Seperti diketahui, futsal memiliki kepengurusan terpisah. Cabang Olahraga (Cabor) Futsal hingga sampai saat ini masih dalam naungan atau menginduk pada Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI). Imbasnya, sering terjadi tindih terutama dalam pembentukan tim futsal.

Seperti dialami Asosiasi Futsal Propinsi Sumut dalam pembentukan tim futsal menghadapi PON XXI Aceh-Sumut tahun 2024. Mereka mendapat masalah dalam pembentukan tim putra putri.

Itu terlihat sikap Asprov PSSI Sumut yang terkesan arogan. Mereka akan membuat seleksi pemain putra putri pekan depan. Padahal, AFP Sumut sudah menyeleksi pemain Januari 2023.

"Ya, AFP itu di bawah Asprov PSSI, namun untuk permasalahan pembentukan atlet, liga bahkan tim nasional semuanya diserahkan pada federasi futsal indonesia(FFI) atau lebih pasnya bahasanya diserahkan wewenang pada FFI kalau ke bawah di Provinsi itu AFP, kalau ke bawah lagi AFK," ucap Husaini.

Husaini mencontohkan, saat pembentukan FFI sejak 2014 dipegang oleh Hary Tanoe dan pengelolaan kompetisi sepenuhnya di serahkan pada FFI, bukan lagi PSSI yang mengatur, namun laporan tetap diserahkan pada PSSI.

"Hanya sebatas itu," tegasnya.

Sejak Badan Futsal Nasional (BFN) 2014 dibubarkan PSSI, maka pada tahun yang sama sudah di bentuk Federasi Futsal Indonesia.

"Bahkan, dalam membentuk timnas juga sudah wewenang penuh FFI, PSSI hanya mendapatkan laporan. Jadi apa yang terjadi di atas haruslah terjadi di bawah," ujar Husaini.

Jadi menurutnya, sudah sepantasnya futsal dimasukkan menjadi cabor tersendiri dalam kepungurusan di KONi, agar tidak terjadi lagi tumpang tindih dalam kebijakan.

Dengan begitu, tidak ada lagi yang merasa tidak dihargai atau tumpang tindih kebijakan. Karena diketahui bersama, di dalam struktur organisasi PSSI ada futsal dan sepak bola wanita.

"Sudah pantas AFP pisah dengan PSSI, sehingga AFP menjadi tersendiri dan masuk anggota KONI," tandasnya.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi