Kiat Memanfaatkan Teknologi Informatika dalam Berusaha

Kiat Memanfaatkan Teknologi Informatika dalam Berusaha
Ngobrol Bareng Legislator Kewirausahaan Pemula: Kiat Memanfaatkan Teknologi Informatika dalam Berusaha (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Jakarta – Di era revolusi 4.0 dimana kehidupan kita tidak lumut dari teknologi informasi. Teknologi yang semakin pesat telah memberikan berbagai manfaat salah satunya dalam kewirausahaan.

Staff Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga, Kemendes, PDTT, Samsul Widodo, menyampaikan bahwa terdapat peluang-peluang yang bisa kita lakukan dengan adanya teknologi informatika khususnya dalam ber usaha. Dilihat dari prediksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2030 dan 2050 Indonesia akan masuk 10 besar dilihat dari ranking PDB berdasarkan Market Exchange Ratio, sedangkan di tahun 2050 menjadi urutan ke 4.

Dilihat dari jumlah penduduk Indonesia dari bonus demografi Indonesia dalam hasil SPT 2022 sebanyak 273,89 juta jiwa. Di mana kondisi yang diharapkan dalam perubahan demografi adalah penduduk tumbuh seimbang dan berkualitas serta dapat meningkatkan produktifitas secara besar terhadap generasi milenial dan generasi Z.

“Karakteristik menurut generasi dari pekerja tetap terdapat total 12 juta pekerja generasi Z 57% adalah pekerja tetap. Generasi milenial dan generasi Z saatnya aktif bekerja dimana jumlah generasi milenial yang akan mengisi angkatan kerja pada 2030 diproyeksikan akan mengalahkan generasi X serta kaum milenial juga yang akan mendominasi angkatan kerja pada tahun 2030, bersaing dengan adik-adiknya generasi Z,” kata Samsul, dalam Ngobrol Bareng Legislator Kewirausahaan Pemula: Kiat Memanfaatkan Teknologi Informatika dalam Berusaha, Sabtu (20/5).

Dari hasil survey Good News from Indonesia (GNFI) bersama lembaga survey kelompok Kajian dan Diskusi Opini Publik Indonesia mengungkap rencana prioritas anak muda di tahun depan dimana 26% berencana mendapatkan pekerjaan atau membangun karir, 21,2% berencana memiliki atau meneruskan usaha, 13,7% berencana untuk menyelesaikan ke jenjang lebih tinggi.

“Kita harus terus menciptakan wirausaha-wirausaha baru karena dibandingkan dengan Negara Negara Asean lainnya kita menempati posisi ke-5 yakni 3,18% paling kecil. Sehingga kita harus menciptakan wirausaha baru sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan menurunkan tingkat pengangguran, meningkatkan daya beli dan pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik,” tambah Samsul.

Dengan adanya digitalisasi diharapkan dapat dimanfaatkan dan mampu membantu generasi-generasi muda untuk masuk serta membuka wirausaha, dengan peluang yang sangat besar dan kemudahan dalam mengembangkan kewirausahaan baru dengan adanya teknologi informatika.

Dosen dan Sekretaris Dekan FEB Universitas Pakuan, Asep Alipudin, menjelaskan bahwa dalam berwirausaha harus memanfaatkan teknologi informasi yang ada. Di era revolusi industry 4.0 ini berbagai macam kebutuhan manusia telah banyak menerapkan dukungan internet dan dunia digital sebagai wahana interaksi dan transaksi.

“Kita punya peluang pengusaha jauh lebih tinggi. Akan tetapi, ada beberapa peluang dan ancaman yang harus dihadapi oleh para pengusaha di era digital sekarang ini. Maka dengan itu jadikanlah ancaman sebagai peluang. Terkaiti entrepreneur dan kewirausahaan tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sendiri tetapi juga akan memberikan manfaat kepada Negara. Selain itu, dapat menyerap tenaga kerja yang ada sehingga dapat mengurangi pengangguran,” tutur Asep.

Sifat-sifat yang harus dimiliki oleh entrepreneur generasi milenial khususnya yakni memiliki motivasi yang tinggi, tidak takut gagal, kompetitif, inovatif, serta kemampuan networking. Selain itu, dengan adanya teknologi kewirausahaan 59% beralih fokus ke e-commerce, 41% kenaikan konsultasi kesehatan dan pembelian obat daring, 69% lonjakan transaksi daring, 65% makin banyak pakai pembayaran digital.

“UMKM harus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dengan membuat katalog online, laman website sederhana, dan blog sebagai penunjang promosi. Selain itu dari awal manajemen produksi sampai pembuatan pelaporan harus memiliki tata kelola yang baik misalnya dapat secara digitalisasi,” tambah Asep.

Mengutip dari Bob Sadino, Asep mengatakan bahwa bisnis yang bagus adalah yang dikerjakan bukan yang ditanyakan terus.

Anggota Komisi I DPR RI, Prof. Sjarifuddin Hasan, menyatakan dengan adanya teknologi digital sekarang ini, masyarakat khususnya generasi milenial dapat memanfaatkan sebaik-baiknya terutama dalam menjadi entrepreneur atau wirausaha dengan memanfaatkan teknologi informatika.

“Untuk mencapai kesejahteraan salah satu cara adalah melalui kewirausahaan dengan memanfaatkan momen-momen yang ada digunakan secara maksimal,” ungkap Sjarifuddin.

Pemerintah sudah menyiapkan infrastruktur yang komplit dengan teknologi informasi yang sangat berkembang. Salah satu peluang yang patut dimanfaatkan dan dipergunakan untuk menjadi seorang entrepreneur atau wirausaha. Dengan menjadi seorang entrepreneur maka akan bisa membangun hal lebih baik kedepannya.

Pentingnya setiap orang harus memiliki atau membangun goals yang ingin dicapai seperti salah satunya menjadi entrepreneur. Yang mana menjadi entrepreneur akan mendapatkan banyak manfaat serta dapat berkontribusi terhadap negara salah satunya dengan menyerap tenaga kerja, kemiskinan akan berkurang, dua hal ini secara akumulatif akan memperlihatkan perkapita rakyat Indonesia akan semakin meningkat, kesejahteraan juga akan terus meningkat menjadi lebih baik.

“Saya harapkan generasi muda betul-betul memanfaatkan opportunity yang ada. Dimana perlu dipertimbangkan kita memiliki sumber daya alam yang sangat luar biasa yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” pesan Sjariffudin.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi