Bang Arist, Kini Kau Telah ‘Merdeka’

Bang Arist, Kini Kau Telah ‘Merdeka’
Arist Merdeka Sirait semasa hidup foto bersama Jurnalis Harian Analisa, Amirul Khair (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Lubukpakam - “Bang Arist, sampai kapan abang mengurus anak-anak?” tanya jurnalis Harian Analisa, Amirul Khair, kepada Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait dalam kunjungannya beberapa waktu lalu ke Kabupaten Deliserdang.

Hal itu sebagai bentuk keakraban jurnalis memanggil Arist Merdeka Sirait dengan panggilan Bang Arist, yang kemudian saat itu dijawab, “Ya sampai mati. Masalah anak tidak akan pernah selesai sampai kiamat”.

Jawaban Bang Arist terbukti. Sampai meninggal dunia, Sabtu (26/8) setelah dirawat beberapa hari di salah satu rumah sakit di Jakarta, komitmennya tetap melindungi anak terus konsisten. Kabar duka ini pun menjadi duka mendalam untuk negeri ini khusus para pegiat perlindungan anak dan anak-anak Indonesia pastinya.

Arist Merdeka Sirait dikenal sebagai pejuang anak Indonesia. Kiprahnya melindungi anak di seluruh nusantara tidak diragukan lagi. Bahkan istrinya, Rostimaline Munthe mengatakan, dalam sepekan mereka lebih banyak di luar daerah ketimbang berada di kediaman mereka.

“Lebih banyak di luar kota. Nanti pulang sehari atau dua hari, berangkat lagi,” ungkap ‘Kak Ros’ begitu biasa disapa. Hari-hari Bang Arist ternyata lebih banyak mengurus anak di nusantara didampingi istrinya yang selalu setia menyertai

Energi Anak

Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi kesehatan Bang Arist memang mengalami penurunan. Bahkan sebelum ia menghembuskan nafas terakhir, ada 2 kali dirawat di rumah sakit. Pertemuan jurnalis Harian Analisa terakhir kali dengan Bang Arist terjadi Kamis, 27 Juli 2023, di Kafe D’Raja, Jalan Sultan Serdang, di kawasan Hotel Wings, Kecamatan Batangkuis, tempat menginapnya sehari sebelum ia bertolak pulang ke Jakarta melalui Bandara Kualanamu.

Saat pertemuan itu, jurnalis Harian Analisa masih berdiskusi tentang anak. Turut bersama Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Deliserdang, Junaidi Malik, yang selalu setia mendampinginya. Bang Arist sempat bercerita, dalam kegiatan sebelumnya, ia sebenarnya mengalami kelelahan. Tapi begitu berbicara tentang anak karena menjadi narasumber dalam sebuah acara, rasa lelahnya hilang.

“Iya. Saya sempat lihat ketum semangat kali bicara di depan tadi,” ungkap Junaidi.

Ternyata ketika bicara tentang anak, ada semacam energi tambahan yang didapatkan Bang Arist sehingga rasa capek bahkan sakitnya hilang saat itu. Meski setelah itu, rasa capek dan sakit kembali dirasakannya.

“Gak tahu saya. Kalau sudah bicara anak, seperti ada kekuatan yang membuat saya semangat,” beber Bang Arist saat itu.

Keesokan harinya, sebelum bertolak pulang ke Jakarta, Jumat, 28 Juli 2023, Bang Arist masih punya jadwal menjadi pembicara bertema perlindungan anak di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Siangnya, melalui Bandara Kualanamu, Bang Arist bersama istri kembali ke Jakarta.

Beberapa hari kemudian mendapat kabar bahwa Bang Arist kembali masuk rumah sakit dan dirawat secara intensif. Padahal semestinya, sekira tanggal 10 Agustus 2023, sudah ada kegiatan yang dijadwalkan di Kabupaten Deliserdang.

Ternyata pertemuan Kamis, 27 Juli 2023 lalu, merupakan pertemuan terakhir. Sampai akhirnya, Sabtu, 26 Agustus 2023, sekira pukul 09.00 WIB, kabar duka Bang Arist telah kembali ke pangkuan tuhan.

Sosok Tangguh

Bagi jurnalis dan pegiat perlindungan anak yang tergabung dalam LPA Deliserdang, sosok Bang Arist Merdeka Sirait adalah sosok yang tangguh. Tidak saja di Deliserdang yang memang terasa khusus, ketangguhannya sangat jelas dari komitmennya yang tak pernah lelah dan tak takut dengan segala bentuk ancaman.

Seperti diungkapkan Bang Arist sendiri, ada semacam energi yang menambah kekuatannya ketika sudah bicara dan mengurus anak. Bahkan sering kali Bang Arist mengingatkan untuk terus berjuangn dalam melindungi anak.

“Pak Ustaz (begitu Abang Arist selalu memanggil jurnalis Harian Analisa), masalah anak harus kita perjuangkan. Itu kewajiban kita. Mereka masa depan kita dan bangsa kita. Mereka harus dilindungi,” ungkapnya.

Arist Merdeka sering disebut“Pejuang Anak Indonesia” yang harus diakui sangat tangguh dan tak pernah lelah melindungi anak. Perjuangannya puluhan tahun membela dan melindungi anak agar ‘merdeka’ dari segala bentuk kekerasan dan kejahatan kini telah berakhir.

Bang Arist, kini kau telah ‘merdeka’ dari mengurus anak-anak Indonesia. Perjuanganmu akan dilanjutkan generasi selanjutnya meski terbersit di pikiran, akankah ketangguhanmu dalam berjuang bisa diikuti?

Selamat jalan Bang Arist Merdeka Sirait. Baktimu untuk negeri ini, akan terukir dan tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa dengan tinta emas yang harum dalam membela dan melindungi anak-anak Indonesia.

(AK/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi