Bertemu Pendeta, Anies Diskusikan Cara Menjaga Kesatuan dan Persatuan

Bertemu Pendeta, Anies Diskusikan Cara Menjaga Kesatuan dan Persatuan
Capres Anies Baswedan didampingi Ketua DPW Partai NasDem Sumut Iskandar ST (kiri kelima) saat bincang-bincang dengan para Pendeta di kedai kopi di Siantar. (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Siantar - Agenda Calon Presiden dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan berkunjung ke Pematangsiantar untuk bertemu dengan para Pendeta.

Pertemuan yang sebelumnya disambut dengan tarian Tor-Tor Sombah itu digelar di Kedai Kopi Kok Tong di Jalan Sutomo, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (3/11) pukul 06.25 WIB, untuk mendiskusikan bagaimana menjaga kesatuan dan persatuan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Anies datang dengan mengenakan t shirt biru bergambar Becak BSA bertuliskan Siantarman. Begitu turun dari mobil, ia langsung "diserbu" dan dikerumuni warga sambil meneriakan "Anies Presiden".
.
Sekitar pukul 07.30 WIB, Anies yang terus dikawal oleh Ketua DPW Partai NasDem Sumut Iskandar ST, para pengurus DPW Partai NasDem Sumut, kader maupun relawan, keluar dari kedai Kopi. Ia tersenyum sambil melambaikan tangan kepada para simpatisannya.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat Siantar yang telah menunjukkan antusiasme yang sangat luar biasa. Sejak saya tadi malam tiba di sini,” kata Anies saat diwawancarai awak media di depan kedai kopi.

Ia menjelaskan maksud kedatangannya ke Pematang Siantar tidak lain untuk bertemu dengan para pendeta.

“Kita mendiskusikan bagaimana kita menjaga persatuan dan kesatuan, memberikan kesetaraan. Dengan prinsip keadilan dan kesetaraan banyak urusan yang dapat kita selesaikan,” ujar mantan Menteri Pendidikan RI tersebut.

Anies juga membenarkan rencana membangun stadion standar FIFA di Sumatera Utara (Sumut). Ia mengatakan, stadion itu nantinya dapat dipakai untuk kegiatan seni budaya dan keagamaan.

“Kami berencana membangun stadion berstandar FIFA di Sumatera Utara ini, sehingga kita nanti akan punya tempat kegiatan untuk olahraga, tapi nanti juga bisa dipakai untuk kegiatan seni dan budaya dan juga keagamaan. Nanti tempatnya kita atur,” imbuhnya.

(BR)

Baca Juga

Rekomendasi