Ketua PSI Sumut Akui GGSI Prof Ridha Terobosan Luar Biasa

Ketua PSI Sumut Akui GGSI Prof Ridha Terobosan Luar Biasa
Ketua DPW PSI Sumut, H M Nezar Djoeli (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Ketua DPW PSI Sumut, H M Nezar Djoeli, mengapresiasi langkah Prof.Dr.dr Ridha Dharmajaya Sp BS (K) menggaungkan Gerakan Gadget Sehat Indonesia (GGSI).

Sebagai insiator, Prof Ridha dinilai telah melakukan terobosan luar biasa dalam upayanya menyelematkan generasi muda menghadapi situasi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.

"Ini terobosan luar biasa yang dilakukan Prof Ridha. Saat semua orang tidak memikirkan tentang generasi masa depan khususnya kesehatan saraf kejepit, Prof Ridha ini sudah melakukan sehuah gerakan mengajak rakyat Indonesia yang diawali dari Sumatera Utara dan Kota Medan tentunya, agar bagaimana menggunakan gadget tidak merugikan kesehatan pada seluruh generasi penerus kita. Beliau (Prof Ridha) sudah membuka peluang bagi kesehatan di masa yang akan datang," ujar Nezar Djoeli saat menerima audiensi GGSI Prof Ridha di Kantor DPW PSI Sumut, Jalan Sei Blutu, Senin (27/11).

Apalagi sambung Nezar sapaannya itu, gerakan Prof Ridha selaras dengan program yang digaungkan oleh pemerintah saat ini.

"Nawacitanya pak Jokowi hari ini menuju Indonesia Emas 2045. Bagaimana kita mau menggapai cita-cita kita kalau generasi yang hari ini tidak bisa kita bentengi dengan gadget yang hadir ke negeri ini yang jumlah nya hingga jutaan tanpa dibekali pemahaman dan edukasi," ungkapnya.

Karena seperti yang disampaikan Prof Ridha, resiko paling tinggi terhadap penggunaan gadget yang salah adalah kelumpuhan.

"Tentu kita tidak ingin cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 gagal terwujud karena kondisi generasi muda yang hadir hari ini tidak berkualitas," ucapnya.

Nezar juga tak ingin masyarakat antipati dengan kehadiran gadget di Indonesia.

"Tetapi di sini pemahaman orang tua dalan mengedukasi anaknya itu penting. Pemahaman remaja akan bahaya pengunaan gaget yang salah itu juga penting. Selama ini tidak ada yang mengedukasi mereka. Mereka berfikir bahaya gadget itu cuma radiasi tanpa disadari bahaya lain seperti saraf kejepit. Nah dalam menuju Indonesia Emas 2045 itu peran orang tua sangat penting agar jangan menghasilkan generasi muda yang loyo," ucapnya mengakhiri.

(JW/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi