Pengurus Kecamatan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Ketua Golkar Dairi

Pengurus Kecamatan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Ketua Golkar Dairi
Pengurus Kecamatan Nyatakan Mosi Tidak Percaya Terhadap Ketua Golkar Dairi (Analisadaily/Sarifuddin Siregar)

Analisadaily.com, Sidikalang - Sebanyak 12 dari 15 Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPD Golkar Kabupaten Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu.

Surat pernyataan diantaranya ditandatangani Wardana Sembiring (Kecamatan Gunung Sitember), Riduan Tarigan (Kecamatan Tanah Pinem), Joner Gurning (Kecamatan Pegagan Hilir dan Samsul Sianturi (Kecamatan Sitinjo).

File itu ditujukan ke Ketua DPD Golkar Sumut tertanggal 24 Februari. Wardana kepada wartawan di Sidikalang, Sabru (2/3) menyebut, surat dimaksud telah diserahkan melalui Sekretaris Golkar Sumut, Dato Ilhamsyah dan Korbid Polhukam, Reja Fahmi.

“Kami sudah tatap muka dengan pengurus Golkar Sumut, menyatakan mosi tidak percaya terhadap Ketua Golkar Dairi. Kami memohon digelar musyawarah daerah luar biasa (musdalub),” kata Wardana.

Menurutnya, hubungan antara Eddy dengan mereka tidak harmonis. PK tidak diberdayakan dalam berbagai agenda politik.

“Saat pemilu, saksi di TPS bukan ditentukan dan tidak diketahui Ketua PK. Yang menentukan saksi justru caleg,” ujar Wardhana.

Diungkapkan, sistematis pelaporan perolehan suara tidak berjalan. Sebab, saksi tidak melaporkan perolehan suara ke PK. Jadi, tidak ada rekap di pengurus kecamatan.

Wardana menuturkan, tidak pernah merasakan aliran dana pembinaan partai. Sewa kantor di kecamatan berikut operasional sekretaris, sepenuhnya menjadi beban PK.

Dijelaskan, pada pertemuan dengan Ilhamsyah, mereka ditanya, apakah siap dikonfrontir terkait aspirasi? Wardana dan rekan menandaskan, sangat bersedia diperdahapkan.

Wakil Ketua DPD Golkar Dairi, Bonar Butar-Butar ketika diminta tanggapan seputar suara para PK menerangkan, tidak terlalu mengikuti dinamika internal parpol berlambang pohon beringin itu.

“Saya tidak terlalu mengikuti dinamika Golkar Dairi,” kata mantan birokrat ini.

Kalau PK melayangkan surat mosi tidak percaya, kata Bonar, itu wajar-wajar saja. Dirinya mendukung. Bonar mengutarakan, memahami keluhan para kader. Bahkan, Bonar juga merasa korban ketidakadilan.

Menurutnya, pengurus kabupaten memintanya ikut jadi caleg. Seterusnya berkas dilengkapi. Giliran pengumuman daftar calon tetap (DCT), namanya raib.

Bonar mengatakan, sudah menyurati Eddy tentang dasar eliminasi. Hingga kini, tidak ada jawaban.

Menyangkut pemilu, Bonar menyebut, di dapil 4, Golkar tidak punya saksi di sejumlah TPS. Padahal, partai mengalokasikan biaya saksi.

(SSR/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi