Poltak Dongoran Ditemukan Tewas, Polsek Garoga Lakukan Penyelidikan

Poltak Dongoran Ditemukan Tewas, Polsek Garoga Lakukan Penyelidikan
Poltak Dongoran Ditemukan Tewas, Polsek Garoga Lakukan Penyelidikan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Tapanuli Utara - Poltak Dongoran (58) warga Dusun Buluh Payung, Desa Garoga Sibargot, Kecamatan Garoga, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) ditemukan tewas.

Kasi Humas Kepolisian Resort Tapanuli Utara (Polres Taput), Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, Poltak Dongoran ditemukan tewas di sebuah pohon karet persis di belakang rumahnya.

"Korban ditemukan tewas pada Minggu, (28/4) sekira pukul 07.15 WIB," kata Walpon, Senin (29/4).

Dia mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh saksi Parlambas Pasaribu yang merupakan tetangganya.

"Saat itu saksi berjalan hendak menuju rumah korban karena melihat ada asap tebal di bagian dapur rumah korban," ucapnya.

Dia menjelaskan, kedatangan saksi ke lokasi rumah korban untuk memastikan asap apa yang sebenarnya terjadi di belakang rumah korban.

"Namun di perjalanan diduga saksi tiba-tiba melihat korban tergantung di pohon karet. Atas hal itu lalu saksi dengan cepat melaju menuju rumah korban," katanya.

Setibanya di belakang rumah korban, saksi melihat adek perempuan korban yaitu Remse Dongoran (45) sedang mematikan api di dapur rumah korban.

"Sedangkan istri korban Erpida Hasibuan (52) saat itu masih sedang tidur di kamarnya. Lalu saksi Remse membanguni istri korban untuk bersama-sama mematikan api," katanya.

Di saat bersamaan lalu saksi Parlambas Pasaribu memberitahukan kalau korban tergantung di pohon karet.

"Mendengar hal tersebut secara bersama-sama mereka bergegas melihat kejadian, sedangkan tetangga lain berdatangan membantu untuk mematikan api di dapur korban untuk mencegah terjadinya kebakaran," katanya.

Dia mengatakan, setelah mengetahui korban sudah meninggal dengan posisi tergantung di pohon karet, polisi pun tiba untuk olah Tempat Kejadian Peristiwa (TKP).

Setelah tiba di tempat kejadian polisi pun memotong tali yang terikat di leher korban.

"Hasil pemeriksaan di sekujur tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka. Sedangkan tanda-tanda bunuh diri seperti cairan sperma masih menempel di celana dalam korban serta lidah keluar," katanya.

Namun demikian Walpon menegaskan, petugas kepolisian tetap membawa mayat korban ke Puskesmas setempat untuk dilakukan visum luar.

Dia juga menambahkan, hingga kini Kepolisian Sektor (Polsek) Garoga sedang melakukan penyelidikan (Lidik) atas penemuan peristiwa gantung diri korban.

"Saat ini Polsek Garoga masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut," tandasnya.

(CAN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi