
Analisadaily.com, Medan - Penutupan kemarin, Selasa (25/2) pasar US bervariasi, DJIA +0,37% S&P 500 -0,47% dan Nasdaq -1,35%. Investor masih akan mencermati tensi dagang, di mana tarif untuk Mexico dan Canada akan diterapkan secepatnya, setelah sebelumya penundaan 30 hari, akan habis di Minggu depan.
Presiden US, Donald Trump, juga berencana untuk meningkatkan atau double down rencana reciprocal tarif ke partner dagang US.
“Patut dicermati bahwa saham Nvidia terkoreksi -5% merespon perkembangan dari AI asal China, DeepSeek. Patut dicermati bahwa saham Tesla terkoreksi -8% dan membawa kapitalisasi pasar <USD1 triliun,” ungkap Pimpinan Panin Sekuritas Cabang Medan, Darmin SE melalui telepon, Rabu (26/2).
Pasar Eropa kemarin ungkap Darmin ditutup bervariasi, STOXX 600 +0,15% DAX -0,07% dan FTSE +0,11%. Pertumbuhan ekonomi di Jerman terkontraksi -0,2% QoQ di 4Q24.
Rilis data dari Ifo Institute menginformasikan bahwa prospek penjualan luar negeri diekspektasi sedikit lebih baik, dimana export expectation naik ke -5 (sebelumnya: -7,1).
Namun patut dicermati angka ini masih di zona negatif selama 2 tahun. Perdana Menteri UK, Keir Starmer, menginformasikan akan menaikkan alokasi belanja keamanan - 2,5% terhadap PDB hingga 2027, yang merupakan kenaikan belanja tertinggi sejak perang dunia II.
Pagi ini bursa Jepang -1,05%, Hongkong -1,32%, Shanghai -0,80%, dan Singapura -0,30%. Pasar Asia pagi ini dibuka melemah.
Investor masih akan mencermati pasar obligasi US, setelah yield obligasi 10 tahun tercatat turun dibawah 4,3% yang merupakan level pertama sejak Des-24, dimana ini diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap nilai tukar negara berkembang.
Harga Minyak Nymex -2,50%, Minyak Brent -2,35%, yield obligasi US turun -10,5 bps ke level 4,295. Harga Natural Gas +4,51%, didorong oleh permintaan ekspor LNG yang kuat dan pengetatan stok.
Kenaikan ini terjadi meskipun tingkat produksi mendekati rekor, karena cuaca yang lebih dingin dari perkiraan di awal tahun menyebabkan penarikan signifikan dari penyimpanan.
Stok sekarang sekitar 11% di bawah rata-rata lima tahun, meningkatkan kekhawatiran pasokan.
Sementara itu, produksi gas harian di 48 negara bagian bagian bawah berfluktuasi, baru-baru ini pulih menjadi 104,3 bcfd setelah mencapai level terendah tiga minggu sebesar 100,5 bcfd karena cuaca dingin yang ekstrem.
Ahli meteorologi memperkirakan sebagian besar kondisi lebih hangat dari biasanya hingga pertengahan Maret, yang dapat mengekang permintaan dan membebani harga.
Pedagang mencermati tren pasokan dan prakiraan cuaca untuk mengukur pergerakan pasar selanjutnya.
Pada penutupan perdagangan kemarin total transaksi tercatat sebesar Rp11,8 triliun dan asing catat penjualan bersih sebesar Rp1,6 triliun, sementara itu IHSG ditutup melemah -2,41%.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan kembali melemah, disebabkan oleh tensi dagang yang masih akan tinggi, ketidakpastian yang tinggi dari domestik seiring sentimen negatif dari Danantara, melemahnya nilai tukar Rupiah, serta masih derasnya outflow dana asing. (rin)
(REL/WITA)