Meri Suriani saat menjelaskan kepada peserta mengenai potting dalam workshop bertema "Refreshing Body, Mind, and Soul", Jumat (28/2/2025). (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Kesadaran akan manfaat tanaman bagi kesehatan semakin meningkat, mendorong berbagai inisiatif edukasi untuk memperkenalkan cara bercocok tanam yang praktis dan bermanfaat. Salah satunya adalah workshop bertema "Refreshing Body, Mind, and Soul" yang digelar oleh Green Dotty yang memiliki fokus pada edukasi tanaman.
Acara ini menitikberatkan pada edukasi mengenai tanaman herbal dan peranannya dalam kesehatan fisik, kecantikan, serta keseimbangan mental.
Workshop yang berlangsung di salah satu bank swasta di Kota Medan ini menghadirkan sesi edukatif mengenai berbagai tanaman dengan manfaat kesehatan, seperti rosemary dan daun mint. Peserta juga mendapatkan pengalaman langsung dalam bercocok tanam melalui sesi potting, di mana mereka belajar cara memindahkan tanaman ke pot dan membawa pulang hasilnya sebagai bentuk praktik nyata.
"Saya ingin memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar menanam. Dengan memahami manfaat tanaman herbal, peserta dapat mulai menerapkan gaya hidup sehat yang berbasis alam," ujar Meri Suriani, Owner Green Dotty kepada Analisa, Jumat (28/2/2025).
Tidak hanya sebatas mengenal tanaman herbal, workshop ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukasi Green Dotty. Sebelumnya, mereka telah mengadakan sesi pembuatan mini zen garden menggunakan sukulen serta edukasi mengenai filosofi bambu hoki.
Selain itu, Green Dotty berkolaborasi dengan Aramu dan Skin Food, yang juga berbasis botanika untuk memperkenalkan lebih dalam bagaimana tanaman dapat mendukung kehidupan sehari-hari, mulai dari perawatan kulit hingga terapi relaksasi alami.
"Kami ingin semakin mendekatkan masyarakat dengan alam. Dengan cara ini, mereka tidak hanya mengenal manfaat tanaman, tetapi juga belajar bagaimana menanam dan merawatnya dengan benar," tambah Meri.
Meri juga mengungkapkan rencana untuk mengadakan lebih banyak workshop serupa di masa mendatang. Beberapa topik yang akan diangkat antara lain pembuatan terarium dengan lumut, hidroponik untuk pemula, serta teknik menanam sayuran di rumah bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan.
"Pelan-pelan, kita ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa berinteraksi dengan tanaman bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga investasi bagi kesehatan dan keseimbangan hidup," jelasnya.
Lebih dari sekadar tren, Meri melihat tanaman herbal sebagai bagian dari solusi gaya hidup sehat yang berkelanjutan. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang tertarik, ia berharap edukasi mengenai tanaman dapat semakin luas dan menjangkau berbagai kalangan.
"Saya berharap ke depan semakin banyak orang yang memahami dan mengadopsi manfaat tanaman dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah langkah kecil, tetapi dampaknya bisa besar bagi kesehatan dan lingkungan," tutupnya.
(DEL)