
Analisadaily.com, Medan - Intermittent fasting (IF) adalah pengaturan pola makan dengan cara berpuasa, yaitu menggunakan jeda waktu untuk bisa mengonsumsi makanan. Umumnya dilakukan dalam waktu 16 jam berpuasa, dan 8 jam untuk mengkonsumsi makanan.
Anda berhenti mengkonsumsi makanan pada malam hari, lalu akan dilanjut pada jam makan siang. Namun, Anda tetap mengkonsumsi hidrasi dari air mineral atau teh dan kopi tanpa gula. Intermittent fasting biasanya digunakan sebagai metode yang mudah untuk menurunkan berat badan ideal karena beberapa keunggulan yang mana Tidak perlu menyiapkan makanan khusus dengan harga yang mahal, tetap dapat mengkombinasikan menu makanan, Dapat memotong kadar asupan karbohidrat dan gluten sebesar hingga 65%. .
Manfaat intermittent fasting untuk kesehatan, selain membantu menjaga pola makan dan menurunkan berat badan, intermittent fasting atau diet puasa memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh seperti menurunkan kadar gula darah, menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung dan menurunkan kolesterol, mengurangi rasa lapar yang terlalu sering, meningkatkan metabolisme sampai 14%, mengurangi ketergantungan pada makanan tinggi gula, mengurangi rasa cemas dan stres, dan dapat menghindari asupan makanan berlebihan.
Untuk merasakan manfaat tersebut tentunya perlu dengan cara yang bener untuk menerapkan Intermittent Fasting
Metode 16/8
Waktu intermittent fasting ini sangat populer untuk diterapkan, yaitu 16 jam puasa dan 8 jam makan. Misalnya, Anda berhenti makan tepat jam 8 malam, lalu tidak makan hingga jam 12 siang. Dari jam 12 siang sampai jam 8 malam, Anda boleh mengonsumsi makanan. Saat Anda berada pada jeda waktu puasa, Anda boleh untuk minum air mineral, teh dan kopi tanpa gula untuk mencukupi hidrasi.
Eat-stop-eat
Selain metode 16/8, metode ini juga cukup populer. Anda berpuasa selama 24 jam dalam 1 hari, namun masih diperbolehkan untuk minum. Kemudian, di hari selanjutnya Anda dapat mengkonsumsi makanan atau minuman seperti biasanya dalam 24 jam. Perhatikan dan menjaga pola makan, ya!
Alternate Day Fasting
Jika puasa eat-stop-eat dapat Anda tentukan untuk hari dan jadwal, maka alternate day fasting memerlukan waktu berpuasa selama 36 jam atau hampir dua hari. Setelah 36 jam, Anda bisa mengkonsumsi makanan normal seperti biasa. Pada puasa ini, Anda diwajibkan untuk banyak mengonsumsi air agar Anda tidak dehidrasi.
Warrior Intermittent Fasting
Metode dengan berpuasa selama 20 jam, dan 4 jam untuk makan. Bagi Anda yang ingin menjalani warrior intermittent fasting, tetap jaga pola makan Anda dengan menghindari makanan berproses dan tinggi kalori, serta utamakan hidangan dengan makanan sehat dan tinggi gizi.
Pada intinya, intermittent fasting boleh saja dilakukan selama tidak dilakukan dalam jangka panjang. Dampak kesehatan yang baik pun dapat muncul jika melakukan IF dengan tepat, namun perlu diketahui bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara IF atau defisit kalori tanpa dibatasi waktu makan terhadap penurunan berat badan. Artinya, metode IF bukanlah yang terbaik atau satu-satunya yang bisa menurunkan berat badan. Maka dari itu, pastikan konsultasi dengan ahli gizi terlebih dahulu sebelum melakukan intermittent fasting! (CW1)
(DEL)