Dosen ST Bhinneka Ajak Wanita Tani Mandiri Pangan Lewat Sistem Akuaponik

Dosen ST Bhinneka Ajak Wanita Tani Mandiri Pangan Lewat Sistem Akuaponik
Dosen ST Bhinneka diabadikan saat melaksanakan PKM di Kabupaten Serdang Bedagai (Analisa/istimewa)

Analisadaily.com, Serdang Bedagai - Tim dosen Agribisnis Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Rampah Estate, Kabupaten Serdang Bedagai yang dilaksanakan pada 26-27 Agustus 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun anggaran 2025.

Tim dosen yang terlibat terdiri dari Mia Wananda Varwasih, S.P., M.Si, Dayun Ifanda, S.Pi, M.Si dan Herlyna Novasari Siahaan, S.P., M.Sc, serta didukung dua mahasiswa Fakultas Pertanian dan Kehutanan.

Dalam program ini, tim mengangkat tema “Pemberdayaan Kewirausahaan Kelompok Wanita Tani Rampah Estate Mandiri untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Ekonomi Keluarga melalui Sistem Akuaponik.”

“Kami ingin mendorong kelompok wanita tani agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan ekonomi keluarga melalui teknologi akuaponik,” ujar Mia Wananda, Ketua Tim Pengabdian.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi. Pada sesi pertama, tim dosen memberikan sosialisasi mengenai konsep akuaponik, teknologi pertanian yang menggabungkan budidaya ikan dengan tanaman dalam satu sistem sirkulasi air. Peserta yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Rampah Estate Mandiri terlihat antusias mendengarkan penjelasan dan berbagi pengalaman seputar pertanian rumah tangga.

Sesi kedua berlanjut dengan pemasangan instalasi akuaponik di lokasi yang telah disiapkan. Sistem yang dipilih adalah kombinasi ikan lele dan tanaman bayam. Selain mudah dirawat, hasilnya dapat dimanfaatkan langsung untuk konsumsi rumah tangga maupun dijual untuk menambah pendapatan keluarga.

Sebagai bagian dari kegiatan, tim juga akan mengadakan demo pengolahan hasil akuaponik, yaitu lele menjadi abon dan bayam menjadi keripik. Harapannya, keterampilan ini tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi anggota KWT. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan sumber pendapatan tambahan dan mendorong peningkatan ekonomi keluarga.

“Dengan akuaponik, kami bisa memanfaatkan lahan sempit di pekarangan rumah. Tidak hanya dapat sayur, tetapi juga ikan yang bisa dipanen bersama. Ini sangat membantu kebutuhan dapur sehari-hari,” ungkap salah satu anggota KWT Rampah Estate Mandiri dengan semangat.

Dukungan

Kepala Desa Rampah Estate yang turut hadir dalam kegiatan ini menyampaikan apresiasi kepada tim dosen ST Bhinneka. Menurutnya, inovasi seperti ini sangat penting untuk menjawab tantangan pangan di tingkat rumah tangga.

“Program ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat desa kami. Semoga teknologi akuaponik ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan oleh warga sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung,” ujarnya.

Program pengabdian ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan praktik langsung, tetapi juga membuka peluang kewirausahaan baru bagi kelompok wanita tani. Jika dikelola secara berkelanjutan, akuaponik dapat menjadi solusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga sekaligus menambah penghasilan.

Tim dosen menyampaikan terima kasih kepada Kemdiktisaintek melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) atas dukungan pendanaan Hibah Dikti 2025. Apresiasi juga diberikan kepada Universitas Satya Terra Bhinneka serta LPPM yang telah mendukung penuh keberlangsungan program ini.

Dengan adanya kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat, diharapkan Desa Rampah Estate dapat menjadi contoh desa mandiri pangan berbasis teknologi ramah lingkungan.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi