Dosen USU Pengabdian Masyarakat Terkait Mitigasi Bencana dan Hospitality di Timbang Jaya Bahorok (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Langkat - Dosen USU melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat terkait mitigasi bencana dan penerapan hospitality bagi masyarakat dan pelaku wisata di Desa Timbang Jaya.
Kegiatan ini dilakukan di Balai Desa, Desa Timbang Jaya, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sabtu (30/8/2025).
Desa ini dipilih karena lokasinya berada di kawasan wisata Bukit Lawang di mana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan penghidupan dari bisnis pariwisata Bukit Lawang.
Selain itu sebagaimana diketahui, masyarakat Desa Timbang Jaya juga turut menjadi korban pada tragedi banjir bandang pada tahun 2002.
Dosen yang tergabung dalam tim pengabdian yaitu, Drs. Gustanto, M. Hum dan Koko Sujatmoko, SE. M.SI.
Dalam pemaparannya, Gustanto mengingatkan kepada masyarakat dan pelaku wisata akan pentingnya pemahaman terkait mitigasi bencana di mana wisata Bukit Lawang merupakan kawasan wisata yang mengandalkan potensi alam yang sangat bergantung pada kondisi alam.
"Objek wisata Bukit Lawang ini atraksi utamanya mengandalkan ekosistem hutan dan keunikan flora dan fauna endemik yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, penting bagi pelaku masyarakat dan pelaku wisatanya untuk menjaga keseimbangan alam," kata Gustanto.
Koko Sujatmoko
Dalam pelaksanaannya masyarakat dapat melakukan mitigasi dengan mengandalkan nilai kearifan lokal yang ada pada masyarakat dalam menjaga alam.
Dengan menjaga kearifan lokal terkait hubungan dengan alam, masyarakat tidak hanya dapat memanfaatkan hasil alam secara berkelanjutan melainkan juga dapat menjaga keseimbangan alam guna meminimalisir terjadinya bencana.
"Kearifan lokal yang ada pada masyarakat tidak hanya mampu menjaga hutan dari ancaman kerusakan namun juga dapat menumbuhkan solidaritas masyarakat dalam kehidupan sosial yang nantinya sangat berpengaruh terhadap kelangsungan wisata di Bukit Lawang," jelas Wakil Dekan III Fakultas Vokasi USU tersebut.
Sementara itu Koko Sujatmoko menambahkan, mitigasi yang perlu dilakukan dalam kawasan wisata tidak hanya terkait menjaga alam yang menjadi potensi atraksi wisata, namun juga terkait perilaku sosial masyarakat dalam memperlakukan wisatawan.
"Wisatawan yang datang ke suatu daerah wisata tentu menginginkan kenyamanan tanpa ada rasa khawatir akan hal-hal yang tidak bersahabat terhadap diri mereka dengan adanya gangguan seperti perlakuan tidak baik terhadap mereka," tambah Koko Sujatmoko.
Kegiatan yang turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Tengku Ade Irma dan Kepala dusun IV Agus Salim serta mahasiswa Jurusan Usaha Perjalanan Pariwisata USU ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang turut menjadi peserta.
"Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami karna bisa berdiskusi tentang pariwisata dan menambah pengetahuan bagi kami terutama yang bekerja di pariwisata," sebut salah seorang peserta kegiatan.
(REL/RZD)