Minta Pangdam Iskandar Muda dan Panglima TNI Tindak Tegas

5 Hektare Tanah Milik Anggota DPRD SU Diserobot Oknum TNI

5 Hektare Tanah Milik Anggota DPRD SU Diserobot Oknum TNI
5 Hektare Tanah Milik Anggota DPRD SU Diserobot Oknum TNI (analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumut, Luhut Simanjuntak, meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Adi Mulyono segera turun tangan menindak tegas oknum TNI yang diduga menyerobot 5 hektare tanah miliknya di Gajah Mati, Kecamatan Leuser, Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

“Jangan biarkan kesewenang-wenangan ini terus terjadi, karena perbuatan oknum TNI tersebut jelas melanggar hukum. Saya berharap Pangdam segera bertindak agar citra TNI tidak tercoreng hanya gara-gara ulah segelintir oknum,” tegas Luhut Simanjuntak kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025) melalui telepon dari Aceh Tenggara.
Menurut anggota dewan dari dapil Karo, Dairi dan Pakpak Bharat itu, oknum TNI tersebut selain sebagai aktor penyerobotan lahan, juga diduga bekerja-sama dengan mafia tanah di Aceh Tenggara yang secara sepihak menanami ladang miliknya tanpa izin.
“Tanah saya di Gajah Mati dengan luas sekitar 5 hektar benar milik saya sejak lama. Namun oknum TNI menguasainya, bahkan menanami tanaman diatasnya tanpa seizin Saya," ujar Luhut sembari mengaku pihaknya tidak pernah menjual atau meminjamkan lahan itu kepada siapapun.
Menurut anggota Komisi E ini, lahan tersebut sejatinya hendak digunakannya untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di bidang ketahanan pangan, sehingga menugaskan pekerjanya untuk membersihkan lahan, menanam jagung dan membuat pondok sementara. Namun, katanya, para pekerjanya justru mendapat intimidasi, teror, hingga ancaman pembakaran dari oknum TNI dan kelompoknya, seraya melakukan intimidasi, mengusir dan melarang pekerja mengelola lahan, sehingga pekerjanya menjadi takut.
Puncaknya, tambah Luhut, pada 28 Agustus malam, belasan orang tak dikenal membawa sajam datang ke lokasi, mengejar pekerja saya, hingga mereka lari menyelamatkan diri.

Tak berhenti sampai di situ, ujar Luhut, saat pekerjanya kembali ke lokasi pada 29 Agustus 2025 pagi, untuk mengambil peralatan pertanian, mereka mendapati sejumlah pohon di lahan tersebut sudah ditebang oleh orang tak dikenal yang diduga suruhan oknum TNI.
Menyikapi kondisi itu, Luhut meminta Panglima TNI, Pangdam Iskandar Muda, hingga jajaran pimpinan TNI lainnya, untuk segera menertibkan oknum prajurit tersebut, karena sudah mencoreng nama baik institusi TNI dan bertentangan dengan 8 Wajib TNI.
"Kami berharap ada tindakan nyata agar kasus mafia tanah oleh oknum berseragam ini tidak berulang di Aceh Tenggara maupun daerah lain. Ini benar-benar meresahkan masyarakat sekitar. Lahan anggota dewan pun diserobot, apalagi lahan rakyat," tegas Luhut sembari menyesalkan terjadinya penyerobotan lahan tersebut.

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi