Pojok Pers Oleh : War Djamil

Jurnalisme Berkualitas

Jurnalisme Berkualitas
Jurnalisme Berkualitas (analisadaily/istimewa)

SECARA umum. Publik—sebagian memperhatikan seberapa jauh fungsi dan peranan pers dilaksanakan maksimal. Sebagian lagi, fokus tentang pemberitaan media, memihak rakyat atau sebaliknya. Dan, bagaimana kritik pers atas pelayanan publik yang belum bagus, termasuk penanganan kasus terkait penegakan hukum (kebenaran dan keadilan).

Lain hal, pihak pers. Cenderung tentang wujud kebebasan pers (freedom of the press), tentang kriminalisasi terhadap pers serta keleluasaan meliput dan seberapa jauh dampak dari berita.
Namun ada hal seolah-olah terlupakan yakni jurnalisme berkualitas. Sudahkah diterapkan maksimal ? Ini penting, karena :
1. Cerminan bagi publik tentang penampilan pers dalam arti sesungguhnya.
2. Sekaligus menempatkan posisi pers di masyarakat sebagai wadah “milik rakyat” dan dibutuhkan untuk memperoleh informasi. Bahkan pers disebut sebagai “pilar ke empat” setelah eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Mengapa jurnalisme berkualitas (quality journalism) oleh sebagian redaksi kurang peduli ? Apakah sukar menerapkan jurnalisme berkualitas ? Atau bersikap tidak usah dipikirkan, hal terpenting media tetap hidup.
Kini. Tatkala media mencari solusi agar tidak terus terpuruk, cobalah menerapkan jurnalisme berkualitas. Sejak peliputan, pengolahan hingga sajian melalui media, semua tetap memperhatikan sisi-sisi jurnalisme berkualitas, sebagai satu dari sekian langkah solusi.
Lanjutannya, jika saja redaksi media serius menerapkan jurnalisme data (data journalism). Diyakini, menjadi salah satu solusi kuat saat menjabarkan quality journalism.
Dari sejumlah studi dilakukan ke media massa. Ternyata, sebagian belum mengenal atau belum memahami mendalam tentang jurnalisme data. Otomatis pula, tatkala ditanyakan penerapan jurnalisme berkualitas, jawabnya sama : Belum !
Contoh sederhana. Arah melangkah menuju jurnalisme data antara lain memiliki data cukup untuk berbagai hal. Wartawan dengan spesialisasi bidang olahraga misalnya, diharuskan mempunyai koleksi data sedemikian rupa.
Misalnya tentang Pekan Olahraga Nasional (PON). Sejarah PON, tahun kapan pertama sampai kini. Kontingen juara umum tiap PON, di kota mana tuan rumah PON dan sebagainya.
Kalau punya data lengkap, saat pemberitaan menjelang PON, urainya cukup bagus. Saat berakhir PON juga memberi data sebagai pembanding kontingen-kontingen juara umum dengan jumlah medali. Sajian semacam itulah, menuju jurnalisme berkualitas.
Sisi lain tentu kemampuan wartawan dalam penguasaan Ragam Bahasa Pers sehingga dalam penulisan media cetak, radio dan televisi, dengan rangkaian kata menjadi untaian kalimat yang tepat.
Dan, jangan lupa. Berita yang baik dengan sumber berita kompeten. Sehingga informasi didapat lengkap dan benar adanya.
Awak media tentu maklum. Prinsip yang sudah lama. Satu berita besar misalnya gempa akan lebih baik dari beberapa sumber berita. Satu sumber berita tidak lebih baik bagi beberapa berita.
Ayo … kita terapkan jurnalisme berkualitas. Sekaligus menjawab tantangan publik. Istimewa agar publik baca koran, mendengar siaran radio dan buka channel televisi. Supaya, media massa tetap eksis .. !

Berita kiriman dari: Pemred Harian Analisa

Baca Juga

Rekayasa Opini Publik ?
19 Jan 2026 16:00 WIB

Rekayasa Opini Publik ?

Verifikator
12 Jan 2026 17:36 WIB

Verifikator

Dunia Pers 2025 “Kelam”
05 Jan 2026 13:20 WIB

Dunia Pers 2025 “Kelam”

Refleksi 2025
29 Des 2025 17:32 WIB

Refleksi 2025

23 Des 2025 13:52 WIB

"Curigai" AI

Berita Wanita
15 Des 2025 17:00 WIB

Berita Wanita

Peran Sentral
08 Des 2025 20:09 WIB

Peran Sentral

Perlindungan Hukum
24 Nov 2025 19:08 WIB

Perlindungan Hukum

Rekomendasi