Oleh : Drg Martyn

Panduan Memilih Pasta Gigi Sensitif ala drg. Martyn

Panduan Memilih Pasta Gigi Sensitif ala drg. Martyn
Panduan Memilih Pasta Gigi Sensitif ala drg. Martyn (Analisadaily/Istimewa)

Gigi sensitif adalah kondisi ketika seseorang merasakan nyeri atau ngilu tajam pada gigi saat mengonsumsi makanan atau minuman yang bersifat panas, dingin, manis, atau asam. Rasa nyeri biasanya muncul tiba-tiba, cepat, dan hilang dengan sendirinya, tetapi cukup mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini tidak bisa dianggap sepele karena dapat menurunkan kualitas hidup, membuat penderita takut makan atau minum tertentu, hingga mengurangi rasa percaya diri dalam berinteraksi.

Data dari berbagai penelitian menunjukkan hampir 1 dari 3 orang dewasa pernah mengalami gigi sensitif. Artinya, kondisi ini sangat umum terjadi dan membutuhkan perhatian khusus, termasuk pemilihan pasta gigi yang tepat sebagai langkah perawatan mandiri di rumah. Penyebab utama gigi sensitif antara lain:

• Erosi email gigi akibat makanan asam, minuman bersoda, atau kebiasaan menyikat gigi terlalu keras.

• Resesi gusi, yaitu gusi turun sehingga akar gigi terbuka.

• Abrasi dari kebiasaan buruk seperti menggertakkan gigi (bruxism).

• Karies gigi yang merusak lapisan email dan dentin.

• Prosedur perawatan gigi tertentu, misalnya scaling atau bleaching yang sementara waktu meningkatkan sensitivitas.

Banyak orang membeli pasta gigi hanya berdasarkan iklan, rasa, atau harga. Padahal, tidak semua pasta gigi cocok untuk penderita gigi sensitif. Beberapa produk justru bisa memperparah masalah jika mengandung bahan abrasif tinggi atau pemutih keras. Pemilihan pasta gigi khusus gigi sensitif sangat penting diantaranya:

• Perlindungan khusus: Pasta gigi sensitif diformulasikan dengan bahan aktif yang menenangkan saraf gigi atau menutup tubulus dentin yang terbuka.

• Mengurangi rasa nyeri: Penggunaan rutin terbukti mampu menurunkan intensitas rasa ngilu hingga lebih dari 50% setelah dua minggu.

• Mencegah kerusakan lanjutan: Pasta gigi yang tepat tidak hanya mengurangi gejala, tetapi juga melindungi email dari asam dan abrasi.

• Ramah pada gusi: Formula lembut lebih aman untuk orang dengan gusi turun atau peradangan ringan.

• Investasi kesehatan jangka panjang: Pemakaian pasta gigi sensitif secara konsisten dapat mencegah perawatan mahal di kemudian hari, seperti tambal gigi, perawatan saluran akar, atau pemasangan gigi palsu.

Produk pasta gigi sensitif biasanya mengandung bahan aktif yang berbeda dari pasta gigi biasa. Kandungan ini memiliki fungsi spesifik untuk mengurangi rasa nyeri, memperkuat email, dan melindungi gusi. Beberapa kandungan utama yang sebaiknya ada pada pasta gigi sensitif:

a. Potassium Nitrate (KNO3)

• Bekerja menenangkan saraf di dalam gigi dengan cara mengurangi transmisi rangsangan dari permukaan gigi ke saraf.

• Efektif digunakan dalam pemakaian rutin selama 2–4 minggu.

b. Strontium Chloride

• Membantu menutup tubulus dentin yang terbuka.

• Mencegah cairan atau makanan masuk dan menstimulasi saraf gigi.

c. Arginine dan Calcium Carbonate

• Kombinasi ini membentuk lapisan mineral yang menutup dentin.

• Efeknya lebih cepat terasa dibanding bahan lain.

d. Fluoride

• Penting untuk menguatkan email, mencegah karies, dan meningkatkan ketahanan terhadap asam.

• Sebaiknya dipilih yang mengandung minimal 1000–1450 ppm fluoride.

e. Hydroxyapatite

• Bahan alami pembentuk gigi.

• Membantu proses remineralisasi dan memperbaiki kerusakan mikro pada email.

Sekadar memilih pasta gigi yang tepat tidak cukup. Cara penggunaan juga sangat berpengaruh pada hasilnya. Banyak orang menyikat gigi dengan cara yang salah, terlalu cepat, atau langsung berkumur setelah menyikat. Hal-hal ini bisa membuat manfaat pasta gigi tidak optimal. Tips menggunakan pasta gigi sensitif dengan benar:

• Gunakan dua kali sehari: pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

• Gunakan sikat gigi berbulu halus dengan gerakan lembut. Hindari tekanan berlebihan.

• Setelah menyikat, jangan langsung berkumur dengan banyak air. Cukup buang busa yang ada, biarkan sisa pasta gigi menempel agar bahan aktif bekerja lebih lama.

• Pada area gigi yang sangat ngilu, oleskan sedikit pasta gigi langsung dan biarkan menempel beberapa menit sebelum dibilas.

• Konsistensi adalah kunci. Pasta gigi sensitif biasanya menunjukkan hasil optimal setelah pemakaian 2–4 minggu.

Selain itu, penderita gigi sensitif juga harus memperhatikan gaya hidup:

• Hindari makanan dan minuman asam berlebihan.

• Batasi minuman bersoda dan berkafein.

• Gunakan sedotan saat minum minuman asam untuk mengurangi kontak dengan gigi.

• Jangan menggosok gigi segera setelah makan makanan asam, tunggu minimal 30 menit.

Banyak orang berpikir pasta gigi sensitif hanya untuk mereka yang sudah merasakan ngilu hebat. Padahal, ada kelompok tertentu yang sangat dianjurkan menggunakan pasta gigi ini sebagai pencegahan:

• Orang dengan gusi turun (resesi gingiva): Akar gigi terbuka membuat gigi rentan ngilu.

• Pasca perawatan scaling atau bleaching: Setelah prosedur ini, gigi biasanya lebih sensitif.

• Pengguna behel atau setelah lepas behel: Email gigi bisa lebih rentan setelah perawatan ortodonti.

• Individu dengan kebiasaan menyikat gigi keras: Berisiko mengalami abrasi pada leher gigi.

• Penderita refluks asam lambung: Asam lambung bisa mengikis email dan memicu sensitivitas.

• Orang yang sering mengonsumsi minuman asam atau bersoda: Misalnya jus jeruk, soda, atau kopi.

Pemakaian pasta gigi yang tepat bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga investasi kesehatan mulut jangka panjang. Manfaat yang bisa dirasakan antara lain:

• Rasa ngilu berkurang drastis sehingga makan dan minum lebih nyaman.

• Email gigi lebih kuat dan tahan terhadap asam.

• Akar gigi terlindungi dari risiko kerusakan lebih lanjut.

• Napas lebih segar dan mulut lebih sehat.

• Mengurangi risiko perawatan kompleks seperti tambal, perawatan saluran akar, atau pencabutan gigi.

• Meningkatkan kualitas hidup, karena penderita tidak lagi menghindari makanan favorit akibat rasa ngilu.

Memilih pasta gigi tidak boleh sembarangan. Beberapa kriteria bisa menjadi panduan untuk menentukan apakah produk tersebut cocok untuk digunakan:

• Terdapat label “untuk gigi sensitif” pada kemasan.

• Produk terdaftar di BPOM sehingga aman digunakan.

• Memiliki rekomendasi dari asosiasi kedokteran gigi.

• Tidak menimbulkan efek samping seperti sariawan atau rasa terbakar.

• Memberikan hasil nyata berupa berkurangnya rasa ngilu dalam 1–2 minggu pemakaian rutin.

Jika setelah pemakaian 4 minggu rasa ngilu tidak berkurang, sebaiknya segera konsultasi ke dokter gigi untuk memastikan tidak ada masalah lain seperti gigi berlubang dalam, retak, atau infeksi akar.

Berita kiriman dari: dosen di FK Prodi Kedokteran Gigi

Baca Juga

Rekomendasi