TPM USU Bantu Bantu Pengambangan Pesantren Ainul Hayah

TPM USU Bantu Bantu Pengambangan Pesantren Ainul Hayah
TPM USU Bantu Bantu Pengambangan Pesantren Ainul Hayah (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan-Tim Pengabdian Masyarakat (TPM) dosen Fakultas Teknik Sipil (FTS) Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di kawasan Pesantren Ainul Hayah, Kecamatan Percutseituan, Kabupaten Deliserdang, Sabtu (11/10) lalu.

Pesantren yang berjarak sekitar 17 kilometer dari kampus USU ini memiliki peran penting dalam pembinaan karakter dan pendidikan agama bagi generasi muda.

Namun, keterbatasan ruang belajar menjadi tantangan utama yang menghambat peningkatan jumlah peserta didik, terutama karena banyak anak usia sekolah di sekitar pesantren belum dapat tertampung.

Demikian Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FTS-USU Dr Ir Nursyamsi, ST, MT, didampingi Ir Indra Jaya, ST, MT, Ir Nurul Ika Putri Dalimunthe, ST, M.PSDA, dan Ir Gea Geby Aurora Syafridon, ST, MT kepada Analisa, Kamis (28/11).

Kegiatan pengabdian ini berfokus pada analisis kondisi lapangan dan penyusunan masterplan pengembangan ruang kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pesantren. Saat ini, hanya terdapat sekitar enam siswa yang belajar di Pesantren Ainul Hayah.

Dengan pengabdian ini diharapkan meningkatnya aktivitas pendidikan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi kebutuhan mendesak agar kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan efektif.

Selain keterbatasan sarana, Pesantren Ainul Hayah juga belum memiliki status sebagai Madrasah Tsanawiyah formal. Kondisi ini menyebabkan ijazah siswa belum mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah, sehingga berdampak pada kelanjutan pendidikan mereka.

Tim pengabdian USU berupaya memberikan rekomendasi strategis untuk mendukung proses legalisasi dan pengembangan institusi pendidikan ini menjadi madrasah formal yang terakreditasi dan diminati masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Pesantren Ainul Hayah dapat melakukan transformasi menuju Madrasah Tsanawiyah yang mandiri dan berdaya saing. Kehadiran madrasah formal di lingkungan pesantren akan memberikan akses pendidikan Islam tingkat menengah pertama yang lebih dekat, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat sekitar.

Upaya ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.

(ARU/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi