11 Kecamatan di Sergai Dilanda Banjir, 14.533 KK Terdampak, 2.000 KK Mengungsi (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sergai - Walaupun hujan mulai reda, namun debit air terus meninggi di wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menyebabkan banjir melanda 11 kecamatan dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai, Sabtu (29/11).
Seperti halnya di wilayah Kecamatan Seirampah, badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Tebing Tinggi penuh digenangi air, bahkan sejumlah kantor yang berada di komplek perkantora Bupati Sergai terendam air.
Plt.Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serdangbedagai Abdul Rahman Purba melalui Kabid Pelayanan, Penyelamatan dan Evakuasi Korban Bencana, Marnangkok Gultom saat dihubungi membenarkan adanya 11 kecamatan di Sergai yang dilanda banjir.
Menurut Marnangkok, terjadinya banjir dipincu tingginya intensitas hujan yang terjadi selama tiga hari lalu di wilayah Sergai, membuat debit air sungai meningkat dan meluap, akibat jebolnya beberapa tanggul sungai, seperti meluapnya Sungai Sibarau di Kecamatan Dolok Masihul, Sungai Bahilang di wilayah Tebing Tinggi, Sungai Belutu dan Sungai Senangkung di Seirampah.
Berdasarkan data sementara sampai hari ini, tercatat sebanyak 14.533 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di puluhan desa dari 11 kecamatan.
"Dalam pendataan yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai tercatat sekitar 2.000 KK terpaksa mengungsi ke posko-posko darurat atau ke rumah keluarga mereka yang tidak terdampak banjir, sementara ketinggian air untuk sementara antara 30 sampai 100 Cm dan sampai hari ini debit air dilaporkan masih meningkat,sehingga masuk rumah warga," katanya.
Menanggapi situasi tersebut, BPBD Sergai telah mendirikan tenda darurat. BPBD juga mengevakuasi masyarakat. Marnangkok juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Kita tetap mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Bedagai agar meningkatkan kewaspadaan. Segera amankan surat-surat berharga, barang elektronik terutama bagi warga yang mempunyai anak balita serta hindari aktivitas berisiko di sekitar aliran sungai,” pintanya.
BPBD Sergai bersama tim relawan dan perangkat desa saat ini terus mendata warga terdampak serta memantau kondisi di lapangan, dan menyiapkan langkah antisipasi jika debit air semakin meningkat. Pemerintah daerah juga berkoordinasi untuk menyiapkan posko siaga dan tempat evakuasi bagi warga yang terdampak.
(BAH/RZD)