Analisadaily.com, Padanglawas - Sudah empat hari belakangan ini terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalit, Solar maupun Pertamax di Kabupaten Padanglawas (Palas). Kelangkaan BBM terjadi pasca terjadinya bencana banjir di sejumlah daerah di Sumatra Utara.
Akibatnya warga Padanglawas mengalami kesuiitan untuk mendapatkan BBM. Dari tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di wilayah ibukota Sibuhuan mengaku sudah empat hari tidak ada menerima pasokan BBM.
"Sejak banjir kemarin tidak ada BBM masuk," kata salah seorang petugas SPBU di Sibuhuan Sabtu (29/11/2025).
Menurut petugas SPBU di Sibuhuan, pasokan BBM ke Padanglawas datang dari Depot Pertamina Sibolga.
Pihak SPBU sendiri tidak bisa memastikan kapan pasokan BBM masuk ke Padanglawas." Belum tahu kapan masuk BBM," kata salah seorang petugas SPBU.
Sementara sejumlah penjual BBM ketengan mengambil minyak dari Kabupaten Rohul Provinsi Riau. Umumnya mereka menjual eceran Rp25.000 hingga Rp30.000 per liter jenis pertalit.
Salah seorang warga Sibubuan, Ahmad mengaku terpaksa membeli minyak jenis pertalit Rp 30.000 per liter.
"Ada saya beli Rp 30.000 per liter, gimana lagi, kita butuh minyak," katanya.
Ia berharap kepada Pemerintah Padanglawas bisa bertindak cepat untuk mengatasi kelangkaan BBM di Padanglawas. Karena kelangkaan BBM di Palas sudah termasuk lama.
"Kebutuhan masyarakat terhadap BBM kan sangat perlu, makanya kita minta Pemerintah Daerah bertindak cepat," ungkapnya.
Terpisah Plt Kadis Koperindag Padanglawas Wyldan Ansori Hasibuan ketika dihubungi apakah sudah ada kebijakan pemerintah daerah untuk mengatasi kelangkaan BBM, Wyldan mengaku sudah ada.
"Kemungkinan besok sudah masuk pasokan dari Dumai, saya lagi rapat paripurna pula ini," katanya
(ATS/NAI)











