Dampingi Presiden Tinjau Huntara, Dirut Telkom Sebut Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Aceh 95 Persen

Dampingi Presiden Tinjau Huntara, Dirut Telkom Sebut Pemulihan Jaringan Telekomunikasi di Aceh 95 Persen
Dirut Telkom, Dian Siswarini saat berjabat tangan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026). (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Aceh - Direktur Utama PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Dian Siswarini, mendampingi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam peninjauan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi pemulihan infrastruktur dasar, termasuk jaringan telekomunikasi yang sempat lumpuh akibat bencana alam yang melanda wilayah Sumatera.

Dalam peninjauan tersebut, Dian Siswarini hadir bersama Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, serta jajaran kementerian dan BUMN terkait.

Ia menyampaikan bahwa TelkomGroup terus berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan layanan telekomunikasi kembali berfungsi normal demi mendukung aktivitas masyarakat dan percepatan pemulihan pascabencana.

“Ini bencana yang cukup luas, melibatkan tiga provinsi. Dari Telkom, tentu kami berfokus membantu proses pemulihan jaringan telekomunikasi. Dari tiga provinsi terdampak, Aceh menjadi wilayah yang paling parah terdampak,” ujar Dian.

Ia mengungkapkan, saat bencana terjadi, sekitar 20 persen jaringan optik Telkom di Aceh mengalami gangguan serius. Namun berkat kerja cepat dan kolaborasi lintas unit, pemulihan jaringan di Aceh kini telah mencapai 95 persen.

“Alhamdulillah, saat ini pemulihan di Aceh sudah 95 persen. Kami berupaya keras agar jaringan komunikasi tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat, karena saat bencana, telekomunikasi sangat krusial untuk menghubungi keluarga, mengakses informasi, dan mendukung penanganan darurat,” jelasnya.

Dian menambahkan, dalam proses pemulihan, TelkomGroup melakukan berbagai langkah strategis, mulai dari penggunaan satelit sebagai pembatas komunikasi darurat, perbaikan jaringan transmisi dan kabel optik yang rusak, hingga mendatangkan genset untuk mengatasi kendala listrik.

“Teknisi kami langsung turun ke lapangan, dan bahkan mendapat dukungan dari berbagai daerah juga ikut turun,” katanya.

Secara keseluruhan, Dian menyebut bahwa layanan telekomunikasi di wilayah Sumatera telah pulih hampir 100 persen, sementara Aceh tinggal menyisakan beberapa titik yang sulit dijangkau akibat keterbatasan akses transportasi dan kendala listrik.

“Kendala utama yang belum pulih masih sama, yakni daerah yang sulit dijangkau dan listrik yang belum stabil. Namun kami tetap siapkan genset agar layanan tetap berjalan,” ujarnya.

Selain pemulihan jaringan, TelkomGroup juga memberikan dukungan langsung kepada masyarakat terdampak. Di kawasan Huntara Aceh Tamiang, Telkom menyediakan layanan WiFi gratis dengan memasang sejumlah access point untuk mendukung komunikasi warga dan operasional posko pengungsian.

“Di Huntara ini kami pasang WiFi gratis, membantu posko-posko dengan akses internet. Saat ini di Huntara Aceh Tamiang ada sekitar 28 access point yang dipasang, dan manfaatnya sangat besar. Jadi dengan begini semuanya lebih cepat. Semua bergerak bersama agar pemulihan lebih cepat,” tegas Dian.

Sebelumnya, seperti diketahui pada 24 Desember 2025 lalu, jaringan telekomunikasi di Aceh Tamiang telah pulih 90 persen. Dan hari ini sudah mencapai 95 persen. Sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan listrik, TelkomGroup menyiapkan ratusan genset serta menyalurkan 500 unit handphone ke titik-titik yang membutuhkan.

Dian menekankan bahwa pemulihan jaringan telekomunikasi bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga menjadi fondasi kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.

Sebelumnya Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna juga menyebut dua wilayah yang paling terdampak adalah Aceh Tamiang dan Gayo Luwes. Selain pemulihan infrastruktur, TelkomGroup juga menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Telkom Peduli dan Peduli Siaga, sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendampingi masyarakat bangkit dari bencana. Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan teknologi, TelkomGroup optimistis pemulihan jaringan di Aceh akan segera mencapai 100 persen, seiring membaiknya akses transportasi dan pasokan listrik di wilayah terdampak.

(NS/NS)

Baca Juga

Rekomendasi