Analisadaily.com, Tapsel-Ketua Persatuan Insinyur Indonesia(PII) Kota Medan Ir Malik Assalih Harahap, ST, MM IPM, ASEAN Eng yang juga Pengurus Pusat Insinyur Indonesia(PII) mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Menteri/Badan ,Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu yang bermalam sekaligus menyambut Tahun baru 2026 di Posko pengungsian Bencana Alam Banjir di Batuhula Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (31/12l2025).
Ini pertanda pemerintah benar-benar hadir dan peduli dengan rakyatnya. "Hal ini akan menambah semangat rakyat untuk menatap masa depannya setelah tertimpa musibah banjir dan tanah longsor yang mengakibat korban jiwa serta kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian," paparnya.
Dengan kehadiran Presiden Prabowo Subianto di tenda pengungsian, lanjutnya, mengimplementasikan kehadiran di tengah-tengah rakyat tentunya akan menambah semangat.
Terlebih lagi Presiden juga sudah memerintahkan jajaran Kementerian/lembaga terus berkoordinasi dengan Gubernur Sumut dan Bupati Tapanuli Selatan untuk mempercepat membuka desa-desa yang terisolir serta memastikan logistik sudah terpenuhi.
"Pembangunan infrastruktur pasca banjir seperti jembatan, pembangunan hunian tetap (Huntap) dan hunian sementara (Huntara) untuk korban banjir, sekolah dan puskesmas serta rumah sakit yang rusak akibat tersapu banjir, tentunya ini bentuk perhatian Pemerintah terhadap rakyatnya," paparnya.
Demikian juga Pemprovsu dalam penanganan pascabanjir, ucapnya, dari sudut pandang PII sudah cukup baik dan cepat.
"Terlebih Gubsu Muhammad Bobby Afif Nasution terus turun ke lokasi bencana dan ber komunikasi yang baik ke Forkopimda termasuk ke jajaran TNI dan Polri dan para Bupati/Walikota terdampak banjir," papar Malik Harahap.
Lebih lanjut Malik Harahap mengatakan, di samping pemerintah sangat intens untuk percepatan penanganan pascabanjir, banyak juga dari elemen-elemen masyarakat baik Individu, organisasi masyarakat(Ormas), Organisasi Profesi seperti PII Kota Medan yang peduli terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.
"Ini juga menandakan rasa persaudaraan di Indonesia sangat guyup atau kompak ini cukup bagus untuk masa depan bangsa Indonesia. Di kala saudara kita tertimpa musibah saudara yang lain membantu karena kalau seluruh elemen di Indonesia kompak atau bersatu semuanya akan ringan. Karena Indonesia merupakan Negara Besar yang punya Sumber Daya Alam Melimpah Ruah," tegasnya.
Malik Harahap menambahkan PII Kota Medan bersama Persatuan Istri Insinyur Indonesia(PIII) Perwakilan Sumatera Utara yang diketuai Halimah Lubis,SE telah berbagi kepada terdampak banjir di Kota Medan di Medan Johor, 7 Desember 2025. Kemudian di Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan Sumatera Utara pada 21 Desember 2025.
"Hal ini bentuk kepedulian PII Kota Medan kepada saudara-saudara kita yang terdampak. Kita ikut merasakan apa yang dirasakan mereka dan seberapapun bantuan kita sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan. Karenanya, PII sebagai Wadah tempat berhimpunnya para Insinyur yang didirikan 23 Mei 1952 atas inisiasi Presiden Ir Soekarno sangat peduli terhadap kemanusian di samping profesionalisme di bidangnya," ujar Alumi Teknik Sipil USU ini.
Malik Harahap mengatakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, di mana dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) ada 5 Aspek Penting yang harus diperhatikan yaitu Konservasi Sumber Daya Air yaitu Daerah Tangkapan Air (DTA) bisa dijaga. Sebab, jika kawasan hulu tetap terjaga, air bisa ditahan/diserap di hulu ketika hujan.
Pendayagunaan SDA yaitu pemanfaatan SDA untuk kebutuhan pokok dasar termasuk air minum, mandi, irigasi, SPAM, peternakan, industri dan lain lain.
Pengendalian daya rusak air (DRA) yaitu pencegahan, penanganan dan pemulihan (rehabilitasi dan rekonstruksi).
Lalu sistem informasi SDA yaitu satu sumber data terkait hidrologi, hidrometeorologi dan hidrogeologi.
"Terakhir peran serta masyarakat yaitu peran masyarakat dalam pengelolaan SDA. Ini sangat Penting terutama dalam Pengawasan," papar Malik Harahap.
(ARU/NAI)











