Analisadaily.com, Aceh - Dalam satu bulan pascabencana, Pemerintah bergerak cepat dengan merampungkan Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Pemerintah menargetkan ada 15.000 hunian yang dibangun.
Pada 8 Januari 2026 nantinya, 600 unit rumah yang berada di lahan milik BUMN di Kampung Opak, Aceh Tamiang ditargetkan selesai. Hunian ini nantinya akan ditempati oleh seluruh warga yang rumahnya rusak akibat diternjang banjir bandang pada akhir November 2025 silam.
Rumah hunian Aceh Tamiang ini, dilengkapi dengan ranjang tidur, lemari, wifi gratis, air bersih, listrik, tempat ibadah, fasilitas bermain anak serta akses jalan yang dilalui jalan besar.
Pembangunan hunian yang digagas oleh Danantara dan sinergi seluruh BUMN seperti PLN, Telkom, Hutama Karya dan PTPN.
COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria menyampaikan bahwa dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, pembangunan Huntara secara nasional ditargetkan mencapai 15.000 unit.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan Huntara bagi warga terdampak bencana bukan sekadar solusi jangka pendek, namun merupakan tahapan pemulihan yang lebih besar di berbagai sektor.
“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.











