Jembatan Payung di Desa Kampung Pajak yang rusak. (Analisadaily/G Tambunan)
Analisadaily.com, NA IX-X - Jembatan Payung yang berada di Desa Kampung Pajak, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), dilaporkan rusak parah.
Rusaknya Jembatan Payung yang menghubungkan Desa Kampung Pajak dengan sejumlah desa lain, salah satunya Desa Bangun Rejo, diduga akibat sering dilintasi truk tronton bermuatan overkapasitas. Kondisi tersebut menyebabkan lantai jembatan yang terbuat dari besi dengan ketebalan terbatas tidak mampu menahan beban berat hingga akhirnya patah, sehingga menyulitkan warga untuk melintas. Jembatan yang terbentang di hulu Sungai Aek Kuo ini merupakan bagian dari jalan kabupaten di Labura. Konstruksi jembatan diperkirakan hanya dirancang untuk kendaraan roda enam dengan tonase sekitar delapan ton. Namun, selama ini jembatan kerap dilalui truk tronton pengangkut buah kelapa sawit dengan muatan melebihi kapasitas, yang mengakibatkan kerusakan serius pada lantai jembatan. Warga berharap Pemerintah Daerah Labura segera melakukan perbaikan. Pasalnya, jembatan tersebut merupakan akses vital bagi masyarakat, baik untuk aktivitas anak sekolah, warga yang bekerja, maupun untuk mengangkut hasil pertanian. “Kami sangat berharap Pemda Labura segera memperbaiki jembatan ini, karena jembatan ini merupakan akses utama menuju jalan keluar ke Jalinsum. Jika menggunakan jalur lain, kami harus memutar dengan jarak tempuh yang sangat jauh,” ujar seorang warga setempat. Seorang warga lainnya yang enggan disebutkan namanya mengatakan, jembatan tersebut kerap dilintasi truk tronton yang diduga milik oknum Kepala Desa Bangun Rejo. Ia meminta oknum tersebut turut berpartisipasi dalam perbaikan jembatan karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. “Kami juga meminta agar ke depan oknum kepala desa tidak lagi menggunakan truk tronton bermuatan overkapasitas melintasi Jembatan Payung ini. Kami tidak melarang untuk berusaha, namun sebaiknya menggunakan truk cold diesel untuk mengangkut buah sawit ke pabrik. Jangan hanya memikirkan keuntungan pribadi,” tegasnya. Selain itu, warga juga meminta Pemda Labura memasang portal pembatas tonase di jembatan tersebut. Dengan adanya pembatas, diharapkan jembatan dan akses jalan dapat terawat dan bertahan lebih lama sehingga dapat dinikmati hingga generasi mendatang. (GT)(WITA)











