Ketua LPA Sumut Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak di Era Digital

Ketua LPA Sumut Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak di Era Digital
Ketua LPA Sumut Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak di Era Digital (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan — Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumatera Utara, Muniruddin Ritonga, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih serius melindungi anak-anak dari dampak negatif dunia digital, khususnya permainan daring (game online) yang mengandung unsur kekerasan.

Ajakan ini disampaikan Muniruddin sebagai refleksi atas sebuah peristiwa yang melibatkan anak di bawah umur di Kecamatan Medan Sunggal beberapa waktu lalu. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pengingat penting bahwa pola asuh digital yang kurang tepat dapat berdampak besar terhadap psikologi dan cara berpikir anak.

“Anak-anak berada pada usia yang sangat rentan. Apa yang mereka konsumsi, termasuk game yang dimainkan, dapat memengaruhi emosi, cara berpikir, hingga perilaku mereka sehari-hari,” ujar Muniruddin, Senin (5/1/2025).

Ia menegaskan bahwa game online bukan sekadar hiburan, melainkan juga medium pembentuk karakter. Oleh karena itu, orang tua perlu hadir secara aktif dalam mendampingi anak, bukan hanya melarang, tetapi juga memahami dunia digital yang sedang mereka jalani.

“Ini bukan soal menyalahkan teknologi, tetapi bagaimana kita bijak menggunakannya. Anak membutuhkan pendampingan, pemahaman, dan komunikasi yang sehat agar teknologi menjadi sarana belajar, bukan sumber masalah,” katanya.

Muniruddin menilai, peristiwa tersebut harus menjadi momentum bersama untuk memperkuat kolaborasi antara orang tua, masyarakat, sekolah, dan pemerintah. Ia mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar menyusun kebijakan konkret dalam pengawasan dan edukasi digital bagi anak-anak.

“Kita tidak boleh menormalisasi konten kekerasan seolah itu hal biasa. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jika kita bergerak bersama, anak-anak akan tumbuh dengan karakter yang sehat dan berakhlak,” ucapnya.

Sebagai Anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKB, Muniruddin juga mengungkapkan bahwa isu ini telah menjadi perhatiannya sejak lama. Bahkan sejak 2016, ia bersama almarhum Aris Merdeka Sirait telah menggagas gerakan perlindungan anak berbasis kampung dan desa sebagai upaya menghadapi pesatnya perkembangan teknologi.

“Kami pernah mengingatkan tentang ‘tsunami teknologi’. Jika orang tua tidak dibekali pemahaman digital, mereka akan kesulitan mengontrol. Hari ini, kita diingatkan kembali bahwa edukasi digital adalah kebutuhan mendesak,” tuturnya.

Muniruddin berharap, dari setiap peristiwa yang terjadi, masyarakat dapat mengambil hikmah dan menjadikannya sebagai dorongan untuk membangun lingkungan yang lebih aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak di era digital.

“Anak adalah masa depan. Menjaga mereka hari ini berarti menyelamatkan generasi bangsa esok hari,” pungkasnya.

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi