Jadi Komoditas Favorit, Petani Desa Sidodadi Ramunia Pilih Tanam Bawang Merah (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Deli Serdang - Bawang merah saat ini menjadi komoditas favorit petani di Kecamatan Beringin, khususnya di Desa Sidodadi Ramunia. Pemilihan bawang merah ini memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan.
Dari satu rantai lahan, modal yang dibutuhkan hanya Rp4 juta, dengan potensi hasil mencapai Rp12 juta.
"Lumayan kali, Pak. Hasil panennya nanti sebagian dijual ke kios-kios pasar sekitar, itupun kekurangan masih. Tapi sebagian nanti disiapkan untuk bibit, biar berkelanjutan," kata Suriawan, salah seorang petani setempat ketika berdialog dengan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan di sela-sela panen bawang merah bersama Wakil Bupati, Lom Lom Suwondo SS di lahan demplot Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang yang dikelola Kelompok Tani (Poktan) Gelora Tani, Selasa (6/1/2026).
Di kesempatan itu, Suriawan juga minta kepada Bupati, agar dibuatkan gudang pembibitan.
Bupati pun menyanggupi permintaan tersebut. Keberadaan tempat penyimpanan bibit bawang merah, diharapkan agar kualitas bibit tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan kembali pada musim tanam berikutnya.
Selain itu, Bupati menginstruksikan Dinas Pertanian untuk menghubungkan petani dengan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekitar Kecamatan Beringin.
"Kita tidak mau hanya sekadar panen tanpa memastikan langkah selanjutnya berjalan atau tidak. Jadi, setelah panen, selain dijual langsung ke kios-kios sekitar, Pemkab mendorong untuk dipasok ke koperasi merah putih juga agar menjadi suplai bagi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)," tegas Bupati.
Sebagai bentuk dukungan pemasaran hasil panen, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karanganyar ditunjuk untuk membeli bawang merah hasil panen dari demplot bawang merah umbi di Desa Sidodadi Ramunia.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang, Elinasari Nasution menjelaskan, selama ini lahan tersebut ditanami padi.
Melalui demplot Dinas Pertanian, petani didorong mencoba komoditas palawija, salah satunya bawang merah, sebagai alternatif pergantian pola tanam.
"Jika hasilnya baik dan menguntungkan, maka pola tanam padi–palawija ini akan kita lanjutkan. Alhamdulillah hasil hari ini menguntungkan," tutur Kadis Pertanian.
Usai panen bawang merah, Bupati dan Wakil Bupati melanjutkan dengan panen padi di lahan milik Poktan Jaya Tani di desa yang sama. Total luas lahan sawah Poktan Jaya Tani mencapai 70 hektare.
Dalam dialog dengan petani, disampaikan kebutuhan alat mesin pertanian (transplanter) agar dapat mengikuti program tanam dan panen padi serentak.
"Selama ini, proses tanam masih mengandalkan tenaga ibu-ibu tani, gak sanggup juga, Pak. Makanya, kadang kami gak bisa ikut tanam serentak," ucap salah seorang petani.
Mereka juga mengeluhkan persoalan aliran air, di mana air dari kawasan Kebun Kualanamu mengalir ke area persawahan dan menjadi tumpuan pembuangan.
Menindaklanjuti keluhan tersebut, Bupati memerintahkan camat untuk melakukan pengecekan serta mengoordinasikan pengerukan sedimen yang menjadi kendala petani.
"Setelah dari sini, tolong dirembukkan aliran mana saja yang menjadi keluhan petani dan selesaikan. Kalau butuh bantuan alat, segera laporkan," perintah Bupati.
Pada panen padi tersebut, luas lahan yang dipanen sekitar 4 rantai, dengan hasil mencapai 8 goni, masing-masing seberat sekitar 80 kilogram per goni.
(MC/RZD)