Pemkab Taput Usulkan Rp 200 M untuk Penanganan Sungai

Pemkab Taput Usulkan Rp 200 M untuk Penanganan Sungai
Pemkab Taput Usulkan Rp 200 M untuk Penanganan Sungai (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Taput - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput), mengusulkan dana penanganan sungai paska bencana sebesar Rp 200 Miliar kepada kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Hal ini disampaikan Bupati Taput, Dr Jonius Taripar Parsaoran (JTP), Hutabarat S.Si., M.Si saat melakukan pertemuan dengan pihak BBWS Sumatera II Medan Kementerian PU di Aula Martua Kantor Bupati setempat, Selasa (6/1).

Dia mengatakan, adapun dana Rp 200 M yang diusulkan ini nantinya akan diprioritaskan untuk penanganan sebanyak lima sungai yang terdampak akibat bencana di Taput beberapa waktu lalu.

"Antara lain Sungai Sigeaon, Sungai Haidupan, Sungai Batang Toru, Sungai Siandurian, dan Sungai Sarulla," ujarnya.

"Sungai-sungai ini memiliki peran penting bagi masyarakat dan harus segera ditangani sehingga harus didukung dengan anggaran sekitar Rp 200 M," tambahnya.

Selain penanganan sungai, Bupati juga mengatakan, perbaikan dan pengamanan air baku sangat dibutuhkan untuk mendukung ketersediaan air minum bagi masyarakat.

"Khususnya di wilayah Pahae dan Adian Koting," ucapnya.

Kepala BBWS Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan penanganan lima sungai yang diusulkan oleh Pemkab Taput.

"Lima sungai yang disampaikan Bupati menjadi prioritas utama dan akan segera kami tangani,” ujarnya.

Namun dia menambahkan, hingga kini penanganan pascabencana masih berada dalam masa tanggap darurat yang nantinya akan dilanjutkan dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon).

Menurutnya, pada tahap rehab-rekon diperkirakan akan berlangsung satu sampai dua tahun.

“Sehingga penanganan sungai tidak bisa dilakukan dalam waktu yang singkat," imbuhnya.

(CAN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi