Posko Nataru Ditutup, Bandara Kualanamu Justru Masih Diserbu 26 Ribu Penumpang (Analisadaily/Kali A Harahap)
Analisadaily.com, Kualanamu – Meski Posko Terpadu Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 resmi ditutup sejak 5 Januari lalu, denyut aktivitas di Bandara Internasional Kualanamu (KNIA) nyatanya belum surut.
Hingga Minggu (11/1/2026), ribuan penumpang masih memadati area terminal, mulai dari titik pemeriksaan hingga konter check-in.
Manager Officer In Charge (OIC) PT Angkasa Pura Aviasi Kualanamu, Dedi Yuda Negara, membenarkan adanya lonjakan arus balik susulan ini. Ia mencatat volume penumpang pada hari Minggu mengalami peningkatan signifikan dibanding hari sebelumnya.
"Dibandingkan Sabtu kemarin, hari ini jauh lebih padat. Tercatat ada sekitar 26 ribu penumpang yang datang dan berangkat, naik dari angka 23 ribu di hari Sabtu," jelas Dedi saat dikonfirmasi.
Dedi menduga kepadatan ini merupakan gelombang terakhir dari masyarakat yang memperpanjang masa libur Nataru. "Mungkin hari ini puncaknya sebelum kembali normal seperti biasa," tambahnya.
Fenomena Tiket "Sulit Dicari"
Di balik keramaian tersebut, terselip keluhan dari para calon penumpang mengenai sulitnya mendapatkan tiket pesawat, terutama untuk rute favorit Medan–Jakarta.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tiket maskapai seperti Garuda Indonesia, Citilink, hingga Lion Air Group sulit diperoleh baik melalui aplikasi online maupun loket manual.
Joy, salah satu calon penumpang tujuan Jakarta, mengaku frustrasi karena tiket dikabarkan ludes hingga satu minggu ke depan. Padahal, masa libur sekolah dan Nataru secara teknis telah berakhir.
"Sudah capek cari tiket tapi tetap sulit. Saya berharap instansi terkait peka. Perlu diawasi apakah ini murni karena permintaan tinggi atau ada oknum yang sengaja mempermainkan stok tiket untuk menaikkan harga," ucap Joy.
Menanggapi hal ini, Dedi Yuda Negara menilai fenomena tersebut murni akibat hukum pasar.
"Kemungkinan besar demand atau permintaan dari penumpang memang sangat tinggi, sementara ketersediaan kursi pesawat terbatas. Itulah yang berimbas pada sulitnya mendapatkan tiket," pungkasnya.
Pihak otoritas bandara berharap tren keramaian ini terus berlanjut di masa mendatang, namun tetap diimbangi dengan kualitas pelayanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.
(KAH/RZD)