Musda Golkar Sumut Diyakini Sejuk, Banyak Kader Muda dan Senior Berpotensi

Musda Golkar Sumut Diyakini Sejuk, Banyak Kader Muda dan Senior Berpotensi
Musda Golkar Sumut Diyakini Sejuk, Banyak Kader Muda dan Senior Betoptensi (analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan — Partai Golkar Sumatera Utara bersiap menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk menentukan kepemimpinan baru. Sejumlah nama kader potensial, baik dari kalangan muda maupun senior, mulai mencuat dan dinilai memiliki peluang besar untuk memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut, H. Syamsul Qamar, yang juga anggota DPRD Sumut, menyampaikan bahwa secara umum syarat calon ketua tidak jauh berbeda dengan ketentuan organisasi, di antaranya berpendidikan minimal strata satu (S1), aktif di kepartaian, serta memiliki rekam jejak pengabdian di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi.

“Banyak kader Golkar yang punya kapasitas dan pengalaman. Ada yang saat ini anggota DPR RI, DPRD provinsi, mantan pimpinan DPRD, hingga pengurus harian partai. Ini menunjukkan Golkar Sumut kaya akan kader berkualitas,” ujar Syamsul Qamar di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).

Ia menyebut beberapa nama yang dinilai memiliki kapabilitas dan legitimasi kuat di internal partai di antaranya Dr Hendri Yanto Sitorus (Ketua Golkar Labura yang juga Bupati Labura), Andar Amin Harahap (Anggota DPR RI Komisi II Fraksi Partai Golkar Periode 2024-2029), Akbar Buchari, Irham Buana Nasution (anggota DPRD Sumut) dan Yasir Ridho Lubis Menurutnya, peluang kepemimpinan terbuka lebar bagi siapa pun yang mampu menyosialisasikan diri dan membangun komunikasi dengan para pemilik suara.

Pemilik suara dalam Musda Golkar, jelas Syamsul, terdiri dari DPD Partai Golkar kabupaten/kota se-Sumut, unsur DPP, DPD Sumut, organisasi pendiri dan yang didirikan Partai Golkar, serta Dewan Pertimbangan. Karena itu, kemampuan membangun kebersamaan dan soliditas menjadi kunci utama.

“Tidak tertutup kemungkinan Musda nanti berjalan secara aklamasi, tergantung bagaimana dinamika dan komunikasi politik yang dibangun oleh para calon,” tambahnya.

Terkait jadwal pelaksanaan Musda, Syamsul menjelaskan bahwa hingga kini masih dalam tahap finalisasi. Awalnya direncanakan pada 10 Januari, namun perlu penyesuaian jadwal dan koordinasi dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang saat ini sedang berada di luar negeri.

“Kami hanya bisa mengusulkan tanggal. Keputusan akhir tetap di DPP. Saat ini masih menunggu penetapan resmi,” jelasnya.

Musda Golkar Sumut nantinya akan menetapkan ketua secara langsung tanpa mekanisme formatur. Ketua terpilih akan memimpin tim formatur untuk memilih kepengurusan berikutnya."Jadi apakah nanti pengurus hasil revitalisasi yang saat ini masih dipakai, semua tergantung tim formatur nanti," ungkap Syamsul Qamar.

Syamsul Qamar berharap Musda ini menjadi momentum konsolidasi dan kebangkitan Partai Golkar di Sumatera Utara. “Siapa pun yang terpilih, harapannya mampu menyatukan kekuatan, memperkuat struktur, dan membawa Golkar semakin dekat dengan rakyat,” pungkasnya

(NAI/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi