Aksi Cepat Kementerian PU & Hutama Karya: Pulihkan Jalur Maut Tarutung–Sibolga Pasca-Bencana

Aksi Cepat Kementerian PU & Hutama Karya: Pulihkan Jalur Maut Tarutung–Sibolga Pasca-Bencana
Aksi Cepat Kementerian PU & Hutama Karya: Pulihkan Jalur Maut Tarutung–Sibolga Pasca-Bencana (Istimewa)

Analisadaily.com, Tarutung - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Hutama Karya (Persero) melakukan aksi cepat tanggap dalam menangani darurat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatra Utara.

Fokus utama penanganan ini adalah memulihkan konektivitas pada ruas jalan nasional yang sempat terputus total. Salah satu titik krusial yang menjadi fokus pemulihan adalah ruas Tarutung–Sibolga sepanjang 69 km. Jalur ini merupakan urat nadi logistik dan mobilitas yang menghubungkan Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, hingga Kota Sibolga.

Hingga awal Januari 2026, Hutama Karya telah menerjunkan sedikitnya 72 personel yang terdiri dari tim pelaksana, tim keselamatan (HSE), hingga operator alat berat. Medan yang berat dan cuaca ekstrem tidak menyurutkan petugas untuk melakukan pembersihan material longsoran.

Berbagai alat berat canggih seperti excavator PC300, wheel loader, hingga steel sheet pile dikerahkan untuk mempercepat pembukaan akses jalan yang tertimbun. Tak hanya sekadar membersihkan jalan, tim di lapangan juga melakukan pelebaran badan jalan dan pembuatan saluran air di area jembatan guna mencegah bencana susulan.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa percepatan penanganan di masa darurat adalah prioritas utama demi menjamin distribusi logistik tidak terhambat.

"Langkah ini dilakukan agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan secara bertahap. Penanganan darurat ini adalah bagian dari komitmen kami memperkuat ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana," ungkap Mardiansyah dalam keterangan resminya, Rabu (14/1/2026).

Menariknya, dalam proses penanganan ini, Hutama Karya tidak hanya bekerja secara manual. Tim di lapangan juga melakukan pengambilan data LiDAR dan soil investigation di 103 titik. Teknologi ini digunakan untuk memetakan kondisi lapangan secara akurat guna mendukung penanganan permanen yang lebih andal di masa mendatang.

Saat ini, akses pada ruas Tarutung–Sibolga dilaporkan sudah mulai berangsur pulih dan dapat dilalui oleh masyarakat. Meski demikian, pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu di wilayah pegunungan Sumatra Utara.

(REL/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi