Transformasi Digital Pegadaian Meledak di 2025: Transaksi Tumbuh 324%, Aplikasi Tring! Jadi Primadona Baru (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Pegadaian mencatatkan sejarah baru dalam transformasi digitalnya sepanjang tahun 2025.
Tidak tanggung-tanggung, perusahaan pergadaian pelat merah ini membukukan lonjakan transaksi digital hingga 324% secara tahunan (Year on Year/YoY), sebuah pencapaian eksponensial yang dipicu oleh integrasi ekosistem digital melalui platform Tring!
Data kinerja tahun 2025 menunjukkan lompatan besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2024 Pegadaian mencatat 8,02 juta transaksi dengan 1,34 juta nasabah aktif, angka tersebut melesat menjadi lebih dari 34 juta transaksi di akhir 2025. Jumlah nasabah aktif pun meroket 244% menjadi lebih dari 4,6 juta pengguna.
Pemimpin Wilayah I Medan PT Pegadaian, Maksum, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari strategi konsolidasi layanan melalui aplikasi integrated Tring! yang diluncurkan pada Oktober 2025 lalu.
"Sejak diluncurkan, platform Tring! telah mencatatkan lebih dari 3 juta nasabah yang melakukan proses onboarding, dengan nilai transaksi kumulatif menembus angka hingga Rp 21 triliun," ujar Maksum di Medan, Rabu (14/1/2026).
Fokus pada Pengalaman Pengguna
Meski volume transaksi tumbuh masif, Pegadaian tetap berhasil menjaga kualitas layanan. Hal ini tercermin dari rating aplikasi yang konsisten di atas 4,0 pada platform Android dan iOS. Kepercayaan publik ini menjadi modal kuat bagi perusahaan untuk beralih dari fase penguatan fondasi menuju akselerasi skala ekonomi berbasis ekosistem digital.
Inovasi Awal Tahun 2026: Rilis Versi 8.3.0
Memasuki tahun 2026, Pegadaian tidak mengendurkan langkahnya. Sebagai bentuk komitmen pada inovasi yang berkelanjutan dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance), Pegadaian resmi merilis pembaruan Tring! versi 8.3.0 pada Januari ini.
Maksum menjelaskan bahwa versi terbaru ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas lebih bagi nasabah. Beberapa fitur unggulan yang dihadirkan antara lain:
- Pembayaran Gadai Pihak Lain: Memungkinkan nasabah membantu transaksi kerabat.
- Opsi Pembayaran Gadai Titipan Emas: Solusi praktis untuk penyelesaian transaksi logam mulia.
- Optimalisasi Transaksi Mikro: Memberikan akses pendanaan yang lebih efisien bagi pelaku usaha kecil.
"Melalui visi sebagai The Leader in the Gold Ecosystem and Digital Growth Inclusion, kami akan terus fokus meningkatkan kualitas layanan dan keandalan sistem. Tujuannya adalah mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus memperluas akses keuangan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat," tutup Maksum.
(JW/RZD)