Ketua PII Kota Medan Ir.Malik Assalih Harahap : Permasalahan Sungai : Banjir, Sampah, Pencemaran dan Kekeringan

Ketua PII Kota Medan Ir.Malik Assalih Harahap :   Permasalahan Sungai : Banjir, Sampah, Pencemaran dan Kekeringan
Ketua PII Kota Medan Ir.Malik Assalih Harahap : Permasalahan Sungai : Banjir, Sampah, Pencemaran dan Kekeringan (Analisadaily/istimewa)

Analisadaily.com, Medan-Sungai berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No 38 Tahun 2011 merupakan alur atau wadah air alami dan /atau buatan berupa jaringan pengaliran air beserta air di dalamnya, mulai dari hulu sampai muara dengan dibatasi kanan dan kiri Garis Sempadan.

Sedangkan permasalahan sungai terkait kualitas air yaitu pencemaran termasuk limbah dan sampah serta kuantitas air bisa banjir dan kekeringan.
Demikian Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Medan Ir Malik Assalih Harahap,ST, MM IPM, ASEAN Eng ketika dimintai tanggapannya terkait Permasalahan Sungai dan dampaknya di Medan, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, Malik Harahap yang juga PP PII Periode 2024 -2027 mengatakan ada empat permasalahan utama yang sering dihadapi sungai-sungai di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Adapun penyebab dan dampak dari setiap permasalahan tersebut pertama banjir yang terjadi ketika volume air di sungai melebihi kapasitas palung sungai, menyebabkan air meluap ke daerah bantaran dan sempadan dan sekitarnya.
Penyebab umum bisa jadi curah hujan tinggi, deforestasi di daerah hulu, alih fungsi lahan menjadi pemukiman atau industri, serta pendangkalan sungai akibat sedimentasi.
Dampaknya terjadi kerusakan infrastruktur, kerugian harta benda, korban jiwa, dan gangguan aktivitas sosial ekonomi.
Selanjutnya, sampah terutama sampah plastik dan padat lainnya. Sering kali dibuang sembarangan ke badan sungai.
Penyebab umum akibat kurangnya kesadaran masyarakat, minimnya fasilitas pengelolaan sampah yang efektif, dan perilaku membuang sampah langsung ke sungai.
Dampaknya menyebabkan penyumbatan aliran sungai yang memperparah banjir, pencemaran visual, kerusakan ekosistem akuatik, dan penyebaran penyakit.
Kemudian permasalahan lainnya yakni pencemaran akibat masuknya zat-zat berbahaya baik kimia, biologis, maupun fisik ke dalam air sungai.
Penyebab umum pembuangan limbah industri tanpa pengolahan yang memadai, limbah domestik (rumah tangga), dan limpasan pupuk serta pestisida dari area pertanian.
Dampaknya kematian biota air, penurunan kualitas air yang membuatnya tidak layak konsumsi atau irigasi, dan masalah kesehatan bagi masyarakat yang menggunakan air sungai tersebut.
Terakhir kekeringan yang terjadi ketika debit air sungai berkurang drastis, atau bahkan sungai mengering sepenuhnya.
Penyebab umum yakni perubahan iklim yang menyebabkan penurunan curah hujan ekstrem, pengambilan air berlebihan untuk berbagai keperluan (irigasi, industri, air minum), dan kerusakan daerah tangkapan air.
Dampak: Krisis air bersih, kegagalan panen, hilangnya habitat akuatik, dan terhentinya operasional sektor ekonomi yang bergantung pada air sungai.
Menangani permasalahan ini memerlukan pendekatan yang komprehensif, melibatkan pemerintah, industri, dan partisipasi aktif dari masyarakat.
Pencemaran Sungai , Sampah merupakan penyebab utama pencemaran air sungai yang terjadi di berbagai negara didunia salah satunya Indonesia ujar Malik Harahap
Malik Harahap mengatakan Sungai bukan sekedar jalinan Air yang mengalir sampai ke Muara tapi sungai juga sumber kehidupan,riak airnya menyuburkan tanah dan kehidupan tetumbuhan dihutan,dalam semesta Alam ekosistem adalah keseimbangan yang menghubungkan jagad Raya dan menggerakkan kehidupan ,ketika sungai tercemar akan menimbulkan banyak dampak termasuk krisis Air bersih dan menimbulkan Penyakit,saatnya menjernihkan kembali Aliran sungai,lestarikan ekosistem hutan,selamatkan kehidupan,mari kita jaga sungai biar Sungai menjaga kita tegas Malik Harahap
(ARU/NAI)

Baca Juga

Rekomendasi