Tuntasan Program BTI, Murid SMA Jakarta Raih Sertifikat Puspresnas (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Jakarta - Program Bina Talenta Indonesia (BTI) yang merupakan implementasi Desain Besar Manajemen Talenta Nasional (DBMTN) untuk murid SMA telah tuntas dilaksanakan.
DBMTN sendiri merupakan cetak biru strategis jangka panjang yang menjadi landasan hukum dan kerangka besar pengelolaan talenta nasional di berbagai bidang guna meningkatkan daya saing bangsa sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024.
BTI sendiri adalah program prioritas Kemendikbudristek yang beroperasi di bawah payung strategis DBMTN, menjalankan fungsi pengembangan talenta spesifik bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), AI (Artificial Intelligence), Coding dan Karakter, untuk mewujudkan visi besar manajemen talenta nasional guna mencapai visi Indonesia Emas 2045.
Adapun kriteria murid yang dapat mendaftar dan mengikuti seleksi program BTI diantaranya, merupakan murid aktif dan memiliki predikat minimal peserta ajang tingkat kabupaten/ kota pada ajang Puspresnas dan Badan Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kemendikdasmen, dan/ atau ajang kompetisi yang telah lulus kurasi Puspresnas, dan berlangsung pada tahun 2024 dan 2025.
Salah satu peserta yang lolos seleksi dan terpilih mengikuti program BTI adalah Ajeng Salma Layla Amira. Murid kelas X di SMA Negeri 8 Jakarta ini lolos bersama 19 murid lainnya, dan menjadi bagian dari 5039 peserta berasal dari 945 sekolah di 38 provinsi dan Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN).
Murid yang juga alumnus SMP Negeri 27 Jakarta angkatan ke-64 tahun 2025 ini terpilih mengikuti pelatihan bidang STEM dan Karakter yang difasilitasi oleh Universitas Padjajaran. Setelah kegiatan pelatihan selesai berlangsung peserta wajib mengikuti post-test sebagai syarat kelulusan.
Peserta yang lulus kemudian akan memperoleh sertifikat yang diterbitkan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), dan dapat diunduh mulai Januari 2026 di website Kemendikdasmen.
Materi pelatihan bidang STEM dan Karakter yang diikuti peserta berjalan mulai 17 September 2025 sampai dengan 28 Oktober 2025, dan diawali dengan mempelajari energi dalam kehidupan sehari hari termasuk sumber sumbernya seperti batubara, LPG, gas alam, energi listrik dan energi biomassa primer.
Peserta juga mempelajari materi energi terbarukan diantaranya yang dihasilkan oleh panel surya dan turbin angin, disamping tumbuhan dan limbah organik.
Materi materi selanjutnya berkaitan dengan elektrokimia sel elektrolisis, biobatere, biofuel, dan beragam pembangkit listrik seperti yang dihasilkan oleh tenaga panas bumi, mikrohidro dan tenaga bayu (angin).
Pada segmen Karakter, peserta mendapat pelatihan berkaitan dimensi keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang mencakup kesadaran untuk menunaikan ibadah sesuai keyakinannya, mencintai diri sendiri melalui upaya untuk selalu menerapkan perilaku sehat dan menjaga kesehatan, berbuat baik kepada orang lain serta peduli lingkungan.
Nilai nilai karakter ini diharapkan mampu mengukuhkan 8 karakter utama yang ditumbuhkembangkan di sekolah, yakni karakter religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri dan juga bermanfaat.
Karakter utama murid ini dibangun melalui Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) meliputi pembiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat.
Dengan program prioritas ini, pemerintah berharap dapat membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkarakter kuat menuju Indonesia Emas 2045.
(KAH/RZD)