Konjen Tiongkok di Medan Tegaskan Isu Taiwan Urusan Internal, Tidak Mentolerir Campur Tangan Eksternal

Konjen Tiongkok di Medan Tegaskan Isu Taiwan Urusan Internal, Tidak Mentolerir Campur Tangan Eksternal
Konjen Tiongkok di Medan saat memberikan keterangan kepada media di Medan (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan menegaskan bahwa permasalahan Taiwan merupakan urusan internal Tiongkok dan tidak dapat ditoleransi adanya campur tangan dari pihak eksternal.

Penegasan tersebut disampaikan Konsul Jenderal Tiongkok di Medan, Huang He, dalam diskusi bersama perwakilan media di wilayah kerja konsuler, Senin (19/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Huang He juga membahas perkembangan hubungan bilateral Tiongkok–Indonesia serta berbagai isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama. Ia menekankan bahwa Taiwan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Tiongkok.

“Isu Taiwan sepenuhnya merupakan urusan dalam negeri Tiongkok. Kami menolak segala bentuk intervensi dari pihak luar,” ujar Huang He.

Konjen Huang turut menyampaikan apresiasi atas sikap konsisten Pemerintah Indonesia yang berpegang teguh pada prinsip satu Tiongkok. Ia mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, yang menegaskan bahwa Indonesia secara tegas mendukung posisi Tiongkok dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti negara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Huang He juga menyoroti pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada sidang parlemen November 2025. Menurut Huang, pernyataan tersebut menyebut bahwa “krisis di Taiwan dapat menjadi krisis eksistensial bagi Jepang” dan membuka kemungkinan penggunaan hak membela diri secara kolektif.

“Ini merupakan pertama kalinya sejak kekalahan Jepang pada 1945 seorang pemimpin Jepang secara terbuka mengaitkan isu Taiwan dengan hak membela diri kolektif, serta menyampaikan ambisi campur tangan militer dalam masalah Taiwan,” katanya.

Huang menilai pernyataan tersebut sebagai ancaman serius yang melanggar prinsip satu Tiongkok dan semangat empat dokumen politik antara Tiongkok dan Jepang. Ia juga menyebut langkah tersebut berpotensi merusak fondasi politik hubungan bilateral kedua negara.

Lebih lanjut, Huang mengungkapkan bahwa sejak dekade 1990-an Jepang dinilai kerap memanfaatkan isu Taiwan untuk membesar-besarkan apa yang disebut sebagai “teori ancaman Tiongkok” di kawasan Asia-Pasifik.

Menurutnya, hal itu bertujuan menabur perpecahan antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta mendorong konflik yang dapat menguntungkan kepentingan Jepang.

“Campur tangan Jepang dalam isu Taiwan mencerminkan upaya melepaskan diri dari tatanan internasional pasca Perang Dunia II dan menghidupkan kembali militerisme,” ujarnya.

Mengakhiri pernyataannya, Huang He mengimbau negara-negara Asia, termasuk Indonesia, agar tetap waspada terhadap tren tersebut dan bersama-sama menjaga stabilitas serta kemakmuran kawasan.

“Tiongkok mengajak seluruh negara di Asia untuk mencegah kebangkitan militerisme dan menjaga perdamaian yang telah diperjuangkan dengan susah payah,” katanya.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi