Menanti Nakhoda Baru Golkar Sumut: Soksi Masih 'Wait and See', Belum Ada Komunikasi Andar Maupun Hendri

Menanti Nakhoda Baru Golkar Sumut: Soksi Masih 'Wait and See', Belum Ada Komunikasi Andar Maupun Hendri
Sekretaris Depidar II Soksi Sumut, Feriansyah Nasution (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan – Menjelang perhelatan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Januari hingga 2 Februari 2026, peta dukungan dari organisasi pendiri mulai menjadi sorotan.

Dewan Pimpinan Daerah (Depidar) II SOKSI Sumatera Utara secara tegas menyatakan hingga kini belum menentukan arah dukungan kepada calon mana pun.

Meski bursa calon Ketua DPD Partai Golkar Sumut mulai mengerucut pada dua nama kuat, yakni Andar Amin Harap dan Hendri Yanto Sitorus, SOKSI Sumut memilih untuk tetap berada di posisi wait and see.

Sekretaris Depidar II Soksi Sumut, Feriansyah Nasution mengungkapkan, bahwa hingga detik ini, belum ada satu pun kandidat yang menjalin komunikasi resmi maupun bersilaturahmi ke markas SOKSI Sumut.

"Sampai saat ini, baik saudara Andar Amin Harap maupun Hendri Yanto Sitorus belum ada yang menjalin komunikasi atau sekadar bersilaturahmi secara organisasi dengan SOKSI Sumut. Kami masih melihat perkembangan," ujar Feriansyah Nasution kepada wartawan, di Medan, Jumat (23/1/2026).

Bagi SOKSI, Musda XI kali ini memiliki beban moral yang besar. Sosok yang terpilih nantinya harus mampu mempertahankan, bahkan melampaui capaian luar biasa yang telah ditorehkan oleh Musa Rajekshah (Ijeck).

Di bawah kepemimpinan Ijeck, Golkar Sumut berhasil mencatatkan sejarah sebagai partai pemenang dengan raihan kursi terbanyak di DPRD Sumatera Utara.

"Pascakepemimpinan Bang Ijeck yang sukses luar biasa, Golkar Sumut butuh sosok yang benar-benar mumpuni dan memiliki komitmen kuat untuk membesarkan partai. Kami tidak ingin gegabah. Standar keberhasilan sudah dipatok tinggi oleh Bang Ijeck," tegasnya.

Selain memantau kapabilitas calon, SOKSI Sumut juga menegaskan bahwa arah dukungan mereka akan sangat bergantung pada dinamika dari tingkat nasional. SOKSI Sumut patuh pada garis instruksi organisasi dan kebijakan partai secara vertikal.

"Kami menunggu sinyal dan petunjuk dari DPP Partai Golkar serta Depinas SOKSI di Jakarta. Apalagi saat DPP Partai Golkar dipimpin Ketum Bahlil Lahadalia telah berhasil mendudukan Soksi ke khittah. Tak ada lagi dualisme ditubuh Soksi. Soksi menjadi benar-benar satu dan solid dipimpin Ketua Umum Depinas Soksi Mukhamad Misbakhun dan Sekjen Puteri Komarudin. Kami sangat-sangat mengapresiasi kebijakan tegas itu. Sehingga ke mana arah dukungan dilabuhkan, kami akan tegak lurus dengan keputusan pusat," tambahnya.

Dengan waktu yang menyisakan hitungan hari menuju 31 Januari 2026, sikap "dingin" SOKSI Sumut ini diprediksi akan membuat suhu politik internal Golkar Sumut semakin dinamis.

Publik kini menanti, siapa di antara kandidat yang mampu meluluhkan hati SOKSI sebagai salah satu pilar utama pemegang suara di Musda XI mendatang.

(RZD)

Baca Juga

Rekomendasi