Masifnya Penindakan Terhadap Barak Narkoba, Berimbas Menurunnya Angka Kejahatan Jalanan

Masifnya Penindakan Terhadap Barak Narkoba,  Berimbas Menurunnya Angka Kejahatan Jalanan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak saat menanyakan arti istilah "pompa" pada salah seorang warga, Ainun dalam kegiatan "Curhat Warga". (Analisadaily/ yogi yuwasta)

Analisadaill.com, Medan - Masifnya penindakan terhadap barak narkoba dan lapak judi di berbagai lokasi yang dilakukan Polrestabes Medan berdampak terhadap menurunnya angka kejahatan jalanan di Kota Medan. Penindakan ini, akan terus dilakukan dan tidak hanya menyasar pada 1 lokasi saja, namun lokasi-lokasi yang selama ini menjadi basis narkoba dan perjudian di Medan bakal disikat habis.

Hal itu disampaikan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, di sela-sela kegiatan Curhat Warga, Jumat (23/1/2026) di Kolam Pancing Nabila, Jermal 15 Ujung, Kecamatan Percut Seituan. "Ternyata di luar ekspektasi saya. Waktu Anev belum lama ini setelah kita masif menindak barak-barak narkoba dan judi, angka kejahatan jalanan di Medan menurun. Untuk persentasenya sedang kita hitung. Yang pasti penindakan terhadap barak narkoba dan judi akan terus kita lakukan,"ungkap Kapolrestabes Medan.

Dikatakan, setidaknya, sudah 9 kali Polrestabes Medan menindak barak-barak narkoba dan judi di kawasan Jermal. Upaya penindakan ini, diharapkan dapat mengubah wajah kawasan Jermal. Yang selama ini identik dengan kawasan rawan narkoba dan judi berubah menjadi kawasan bebas narkoba.

"Banyak masukan yang diberikan masyarakat, kini wajah Jermal sudah sedikit berubah. Mudah-mudahan akan berubah total menjadi wilayah bebas narkoba dan perjudian. Dulunya petugas penegak hukum kalau masuk kesini melakukan penindakan hukum mendapat perlawanan. Tetapi beberapa hari ini kita melakukan penindakan disini masyarakat sudah mulai mendukung. Ternyata, masih banyak di tempat ini yang mengharapkan kehadiran polisi,"jelasnya.

Dikatakan Kombes Jean Calvijn, untuk mengurai berbagai permasalahan yang ada di kawasan Jermal tidak bisa hanya Polri saja. Harus bergandeng tangan. Warga juga harus mendukung kegiatan kepolisian untuk mengubah wajah Jermal.

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang warga, Wulandari mengungkap pernah berpapasan dengan kawanan begal bersenjata tajam yang umurnya masih sangat belia. Ia juga minta agar Polrestabes juga memberi atensi untuk memberantas begal di kawasan Jermal. "Jangan cuma narkoba pak. Begal juga harus diberantas, karena pelakunya banyak melibatkan anak-anak di bawah umur,"keluhnya.

Yang tak kalah menarik, saat Kapolrestabes menanyakan kepada warga yang hadir dalam Curhat Warga soal istilah pompa. Salah seorang peserta, Ainun langsung angkat tangan dan mengatakan istilah pompa itu artinya nyabu. Saat Kapolrestabes menanyakan darimana ibu Ainun tahu kalau istilah pompa itu artinya nyabu. "Saya kan di rumah jualan punya warung. Itu anak-anak muda di warung sering bilang. Pompa-pompa. Lalu saya tanya apa itu pompa? Pompa itu nyabu,"kata Ainun.

Selain mendengar dan menyerap keluhan warga dalam Curhat Warga tersebut Polrestabes Medan juga menyalurkan taliasih berupa paket sembako kepada warga.

(YY)

Baca Juga

Rekomendasi