770 Hektare Lahan Persawahan Taput Rusak Akibat Banjir dan Longsor

770 Hektare Lahan Persawahan Taput Rusak Akibat Banjir dan Longsor
770 Hektare Lahan Persawahan Taput Rusak Akibat Banjir dan Longsor (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Taput - Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Tapanuli Utara (Distan Taput), Doglas Butarbutar, mengatakan sekitar 770 hektare lahan persawahan rusak akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, dari sekitar 770 hektare lahan yang rusak itu, kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Purbatua.

"Dari 770 hektare lahan persawahan yang rusak, paling parah terjadi di Kecamatan Purbatua, di sini ada sekitar 170 hektare lahan yang rusak," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (24/1/2026).

"Kemudian disusul Kecamatan Adiankoting, Simangumban, Pahae Jae, Pahae Julu, Sipoholon, Parmonangan,Tarutung dan Siatas Barita," tambahnya.

Dia menyampaikan, akibat kerusakan lahan tersebut, tanaman padi sawah mengalami gagal panen.

"Sehingga kondisi saat ini Taput mengalami penurunan produksi padi secara drastis," ucapnya.

Padahal, kata dia, seperti Kecamatan Purbatua, Pahae Julu, Sipoholon, dan Adiankoting tidak hanya merupakan wilayah sentra tanaman padi.

"Tapi ke-4 kecamatan ini juga merupakan sentra pembenihan dan penangkaran tanaman, sehingga saat ini tidak ada lagi penangkaran dan pembenihan yang berkelanjutan di sana," pungkasnya.

(CAN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi