Spirit Bangkit dari Masjid: Relawan AQL dan FUIB Bekasi Pulihkan Trauma Korban Banjir Aceh Tamiang (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Memasuki fase pemulihan pascabencana banjir bandang, tim gabungan relawan dari berbagai organisasi kemanusiaan menggelar aksi kolaboratif bertajuk 'Pulihkan Aceh Dari Masjid'. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Al Ikhsan, Kampung Kota Lintang, Kecamatan Kota Kualasimpang, Sabtu (24/1).
Program ini digagas oleh Pembina AQL Grup sekaligus Ketua Nasional Jaringan Alumni Timur Tengah, Ustadz Bachtiar Nasir (UBN). Pemilihan masjid sebagai pusat pemulihan dilakukan karena peran vitalnya sebagai pusat spiritualitas dan titik kumpul sosial masyarakat Aceh.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi erat antara Ar Rahman Qur'anic Learning (AQL): Melalui divisi AQL Laznas dan AQL Peduli. Forum Umat Islam Bekasi (FUIB): Menurunkan tenaga medis dari RS Syariah Ridhoka Salma dan Ponpes Al-Imaroh dan Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI): Mendukung pelayanan kesehatan dan spiritual.
Koordinator AQL Sumut-Aceh, Affan Lubis, menjelaskan bahwa pemulihan difokuskan pada dua hal utama yakni Trauma Healing & Psikososial seperti memberikan pendampingan bagi anak-anak dan dewasa melalui pendekatan spiritual dan edukasi ceria.
"Tujuannya adalah meminimalisir stres pascabencana dan mengembalikan keceriaan warga," ucapnya.
Pelayanan Kesehatan Gratis: Menghadirkan dokter, perawat, hingga ahli Thibbun Nabawiyah (bekam dan akupuntur).
Koordinator Relawan AQL Laznas Peduli, Novita Mariana, menambahkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi.
"Hingga pukul 11.00 WIB, sudah ada sekitar 60 pasien yang berobat dan 40 anak mengikuti trauma healing. Kami juga membagikan logistik berupa mukena, sarung, sajadah, dan pakaian layak pakai," jelasnya.
dr. Andy Roni dari tim medis FUIB mengungkapkan bahwa penyakit kulit (gatal-gatal), asam urat, hipertensi, dan ISPA mulai mendominasi keluhan warga.
"Hipertensi ini diduga dipicu faktor psikologis pascabencana dan pola makan yang tidak menentu. Selain medis konvensional, kami juga menyediakan layanan herbalis untuk membantu kebugaran warga," ujar dr. Andy.
Kehadiran tim medis di masjid kampung menjadi penolong bagi warga seperti Syafaruddin (50). "Semenjak banjir, kolesterol dan gula saya naik. Kami sulit ke rumah sakit karena jarak jauh dan kendaraan terbatas. Bantuan ini sangat membantu kami," ungkapnya syukur.
Hal unik dalam aksi ini adalah diperkenalkannya program 'Mushafku' (Indonesia Menulis Al-Qur'an). Selain sebagai nilai ibadah, menulis Al-Qur'an digunakan sebagai instrumen terapi motorik agar anak-anak tetap produktif dan tenang. Program ini juga dipersiapkan sebagai bekal menyambut bulan suci Ramadhan yang akan jatuh pada akhir Februari 2026.
Kolaborasi relawan dari Jakarta, Bekasi, dan Sumatera Utara ini membuktikan bahwa sinergi lintas daerah mampu memberikan dampak nyata dalam mempercepat pulihnya kondisi sosial masyarakat Aceh Tamiang melalui pusat spiritualitas mereka.
(JW/RZD)