Wisuda UIN Syahada Kukuhkan 500 Lulusan, Orasi Ilmiah Tegaskan Peran Strategis Asrama

Wisuda UIN Syahada Kukuhkan 500 Lulusan, Orasi Ilmiah Tegaskan Peran Strategis Asrama
Wisuda UIN Syahada Kukuhkan 500 Lulusan, Orasi Ilmiah Tegaskan Peran Strategis Asrama (HIH)

Analisadaily.Com, Padangsidimpuan - Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Ali Hasan Ahmad Addary mengukuhkan 500 wisudawan program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) dalam Wisuda Sarjana ke-LIV dan Pascasarjana ke-XXVII di Auditorium kampus setempat, jalan HT Rizal Nurdin, Kota P.Sidimpuan Sabtu (25/1).

Prosesi ini menjadi bagian dari perjalanan panjang UIN Syahada Padangsidimpuan sejak berdiri pada 1968 dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.

Acara wisuda dihadiri Senat dan seluruh pimpinan UIN Syahada, Bupati Tapanuli Selatan, Dandim 0212, perwakilan Polres Tapsel, pimpinan perguruan tinggi serta sekolah/madrasah se-P. Sidimpuan, Kakan Kementerian Haji, Kakan Kemenag, dan pimpinan Bank BSI.

Dalam rangkaian wisuda tersebut, Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kesehatan Mental (PUSKESTAL) Indonesia, DR Muhammad Syukri Pulungan, menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti pentingnya peran asrama mahasiswa dalam pembentukan karakter dan kesiapan sosial lulusan perguruan tinggi.

Syukri menegaskan keberhasilan akademik tidak boleh berdiri sendiri tanpa diimbangi kesiapan mental dan sosial.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya meluluskan mahasiswa yang unggul secara akademik. Kampus harus melahirkan lulusan yang matang secara sosial, kuat secara mental, dan siap menjadi agen perubahan,” ujarnya.

Menurut Doktor Psikologi Islam tersebut, asrama mahasiswa memiliki fungsi strategis sebagai laboratorium pembentukan kompetensi sosial.

“Di asrama, mahasiswa belajar hidup bersama dalam perbedaan, membangun komunikasi, bekerja sama, hingga menyelesaikan konflik. Kompetensi inilah yang sangat dibutuhkan di tengah masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, pembentukan karakter tidak dapat dicapai melalui pendekatan teoritis semata.

“Karakter tidak dibentuk lewat ceramah, melainkan melalui pengalaman hidup. Asrama merupakan ruang pembelajaran karakter yang paling nyata,” tegasnya.

Dalam perspektif kesehatan mental, Syukri menekankan pentingnya lingkungan asrama yang aman dan suportif.

“Mahasiswa membutuhkan sistem dukungan sosial yang kuat. Asrama yang sehat mampu menjadi benteng awal dalam menjaga kesejahteraan mental mahasiswa,” ungkap dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi itu.

Ia juga menyoroti peran religiusitas dalam membentuk kepribadian lulusan.

“Nilai-nilai religius yang dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari akan melahirkan lulusan yang berintegritas dan berorientasi pada kemaslahatan,” ujarnya.

Selain itu, Syukri menegaskan bahwa penguatan daya saing perguruan tinggi membutuhkan sinergi lintas sektor.

“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan kebijakan pemerintah serta kolaborasi dengan dunia usaha sangat menentukan kualitas dan daya saing lulusan,” katanya.

Menutup orasinya, ia menyampaikan harapan terhadap kepemimpinan UIN Syahada ke depan.

“Sejak berdiri pada 1968, setiap pemimpin UIN telah meninggalkan legacy dalam mencerdaskan bangsa. Ke depan, dibutuhkan pemimpin yang visioner, berpengalaman, dan memiliki rekam jejak kuat agar visi dan misi kampus dapat terwujud,” tegasnya.

(HIH/BR)

Baca Juga

Rekomendasi