UKM LPM Teropong Pelajari Strategi Bisnis Media dalam Kunjungan ke Harian Analisa (analisadaily/istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Teropong Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melakukan kunjungan ke Harian Analisa, Senin (26/1/2026).
Kunjungan tersebut dikemas dalam bentuk sharing session bersama narasumber dari Harian Analisa yang membahas tantangan serta peluang media dalam menjaga independensi di tengah tekanan bisnis.
Kunjungan sebanyak 12 orang dipimpin oleh Gustriani Ningsih sebagai Pimpinan Perusahaan LPM Teropong dengan tujuan belajar strategi bisnis media
Dalam pemaparannya, Wakil Pemimpin Redaksi III Harian Analisa yang juga Pemred Analisadaily.com, Bambang Riyanto, menjelaskan bahwa keberlangsungan bisnis media sangat bergantung pada tingkat kepercayaan pembaca.
“Iklan bisa datang itu karena media punya trust, punya pembaca, punya pelanggan. Cara meningkatkan pelanggan ya dengan menghadirkan berita yang berkualitas, bukan clickbait, bukan sekadar viral, tapi fakta dan data," tuturnya.
Ia menegaskan, kualitas konten menjadi pembeda utama sebuah media di tengah maraknya arus informasi digital.
“Kalau beritanya sama saja, cuma kutip-kutip dari media online lain, maka tidak ada diferensiasi. Ketika tidak ada diferensiasi, pelanggan tidak mau datang, dan kalau pelanggan tidak mau datang, bisnis media bisa collapse karena tidak ada iklan," ujarnya.
Lebih lanjut, Bambang percetakan ini juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara idealisme jurnalistik dan realisme bisnis. Menurutnya, kemandirian media tidak dapat dilepaskan dari kekuatan finansial yang sehat.
“Sebuah media tidak akan pernah bisa berjalan secara independen kalau tidak ditopang dengan bisnis yang kuat. Kalau kita sudah bisa menghidupi diri kita, kita tidak akan takut lagi pada tekanan apa pun," katanya.
Terakhir, ia menilai pers mahasiswa sebagai ruang pembelajaran awal bagi calon jurnalis profesional.
“Pers mahasiswa itu kawah candradimuka pers nasional. Paling utama adalah menjaga idealismenya, karena di sanalah independensi dan integritas itu dibentuk," tutupnya.
(NAI/NAI)