Lebih dari Sekadar Pengamanan, Rutan Kelas I Medan Fokus Pulihkan Mental dan Karakter Warga Binaan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan – Di balik kokohnya tembok tinggi dan ketatnya penjagaan, Rutan Kelas I Medan tengah menjalankan misi besar: membangun kembali harapan dan karakter warga binaan.
Melalui pendekatan yang humanis, institusi ini tidak lagi hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi kini memprioritaskan stabilitas mental dan kesiapan sosial bagi para penghuninya agar siap kembali ke masyarakat.
Menyadari bahwa tekanan psikologis dan tantangan adaptasi sering menjadi kendala utama, Rutan Kelas I Medan menjadikan pembinaan kerohanian sebagai fondasi utama. Fasilitas ibadah yang disediakan sangat inklusif, mulai dari masjid, gereja, kuil, hingga vihara.
Tak sekadar menyediakan tempat, kegiatan ibadah dibimbing langsung oleh petugas dan dimeriahkan dengan berbagai perlombaan religi seperti azan, tilawah Al-Qur’an, hingga sholawat. Hal ini terbukti memberikan dampak positif bagi para warga binaan.
"Kegiatan kerohanian di sini sudah sangat baik. Saya bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Semoga apa yang didapatkan di sini menjadi bekal untuk menjadi pribadi yang lebih baik saat keluar nanti," ujar N.H., salah satu warga binaan yang merasakan perubahan signifikan pada dirinya, Rabu (28/1/2026).
Selain aspek spiritual, Rutan Kelas I Medan menerapkan pola rehabilitasi mental dan sosial yang sangat disiplin. Setiap harinya, warga binaan mengikuti jadwal yang terstruktur rapat:
- Pagi: Diawali dengan tanggung jawab kebersihan (job function) dan olahraga pagi (morning exercise).
- Morning Meeting: Ruang khusus bagi warga binaan untuk berbagi perasaan dan kondisi mental mereka.
- Sesi Edukasi: Seminar mengenai penguatan kepribadian, kepercayaan diri, hingga pola hidup bersih dan sehat.
- General Meeting & Wrap Up: Sesi penegakan aturan yang ditutup dengan evaluasi dan refleksi harian.
Pembinaan tidak berhenti pada mentalitas saja. Jasmani warga binaan turut dijaga melalui kegiatan olahraga rutin dan berbagai perlombaan fisik. Tujuannya jelas: menanamkan sportivitas dan memperkuat semangat kebersamaan guna menciptakan lingkungan yang stabil secara emosional.
Pihak Rutan Kelas I Medan menegaskan bahwa proses pemasyarakatan adalah perjalanan panjang untuk membentuk manusia yang lebih matang.
Dengan menyentuh aspek spiritual, mental, sosial, dan fisik secara bersamaan, rutan diharapkan bukan lagi menjadi tempat penghukuman, melainkan ruang transisi bagi mereka yang ingin memulai hidup baru dengan karakter yang lebih kuat.
(RZD)