PT Agincourt Resources Serahkan Renovasi BLK Tapsel, Dukung Pelatihan Kerja hingga Sekolah Rakyat (HIH)
Analisadaily.com, Padangsidimpuan - Renovasi gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) resmi diserahterimakan dari PT Agincourt Resources (PT AR) kepada Dinas Ketenagakerjaan Tapsel, di kompleks BLK Siharangkarang, Padangsidimpuan, Jumat, (6/2).
Serah terima ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan Tapsel Achmad Raja Nasution bersama Manager Community Development PT AR Rohani Simbolon.
Kadis Naker Tapsel Achmad Raja Nasution menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen PT AR dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui renovasi fasilitas pelatihan kerja tersebut.
“Terima kasih kepada PT Agincourt Resources. Bantuan renovasi ini sangat berarti bagi keberlangsungan program BLK Tapsel ke depan, baik pelatihan formal maupun nonformal,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, saat ini gedung BLK juga dimanfaatkan sebagai lokasi Sekolah Rakyat (SR) yang menampung ratusan siswa dari keluarga kurang mampu di berbagai kecamatan di Tapsel.
“Renovasi ini tidak hanya menunjang pelatihan kerja, tapi juga sangat membantu keberlangsungan Sekolah Rakyat di Tapsel,” tambahnya.
Kadis Naker Tapsel menambahkan, keberadaan PT AR selama ini sangat besar manfaatnya bagi pengembangan SDM daerah.
“Banyak dukungan yang diberikan, mulai dari pelatihan keterampilan, program barista, teknis industri, hingga bantuan sarana. Profesionalisme PT AR juga menular kepada para subkontraktor lokal,” katanya.
Ia berharap kondisi ekonomi dan dunia kerja di Tapsel kembali normal sehingga kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah terus berlanjut.
“Sinergi dunia kerja dengan pemerintah sangat penting. Semoga Tapsel bangkit kembali dengan semangat Dalihan Natolu,” pungkasnya.
Sementara itu, Rohani Simbolon menyebutkan BLK memiliki peran strategis dalam membentuk tenaga kerja terampil dan berdaya saing melalui kolaborasi pelatihan seperti las, barista, servis AC, teknisi gas, hingga keterampilan teknis lainnya yang selama ini berjalan bersama PT AR.
“Kolaborasi ini menghasilkan peningkatan skill dan kompetensi tenaga kerja lokal. Harapan kami, kerja sama ini tetap berlanjut demi menyiapkan SDM Tapsel yang siap bersaing di pasar kerja nasional,” katanya.
Ia juga mengakui, tidak beroperasinya aktivitas tambang Martabe dalam periode tertentu berdampak langsung terhadap sektor ekonomi masyarakat, termasuk UMKM dan tenaga kerja subkontraktor yang sebagian terpaksa dirumahkan.
“Banyak usaha kecil yang pendapatannya menurun bahkan ada yang tutup. Program pelatihan BLK selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Rohani menegaskan bahwa PT AR berkomitmen terus mendukung penguatan kapasitas masyarakat, termasuk melalui program pelatihan, beasiswa, dan pembangunan fasilitas penunjang pendidikan serta ketenagakerjaan.
(HIH/BR)