ST Bhinneka Lepas 152 Mahasiswa Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pascabencana di Tiga Wilayah

ST Bhinneka Lepas 152 Mahasiswa Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pascabencana di Tiga Wilayah
ST Bhinneka saat melepas 152 Mahasiswa Program Mahasiswa Berdampak Pemulihan Pascabencana di Tiga Wilayah (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan - Universitas Satya Terra Bhinneka (ST Bhinneka) melaksanakan acara pelepasan mahasiswa/i peserta Program Mahasiswa Berdampak pada Jumat, 6 Februari 2026 di Auditorium Bung Karno ST Bhinneka.

Program ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pemulihan wilayah pascabencana di Provinsi Sumatera Utara.

Program ini dilaksanakan selama 20 hari dengan melibatkan 152 mahasiswa/i dari seluruh Program Studi (Prodi) dan 3 angkatan mulai dari angkatan 2023 hingga 2025.

Dalam program ini, ST Bhinneka berhasil meloloskan tiga tim penerima pendanaan Program Mahasiswa Berdampak yang masing-masing didampingi oleh dosen pembimbing. Tim pertama diketuai oleh Herlyna Novasari Siahaan, S.P., M.Sc.,dari Prodi Agribisnis, dengan anggota Chairia, S.Ak., M.Ak., dari Prodi Kewirausahaan dan Dilma’aarij Riski Agustia,S.Tr.Keb., M.K.M., dari Prodi Kebidanan.

Tim kedua diketuai oleh Mia Wananda Varwasih, S.P., M.Si., dari Prodi Agribisnis, dengan anggota Ratna Sari, S.Hut., M.Sc., dari Prodi Manajemen Hutan dan Yusmalia Hidayati, S.Tr. Keb., M.Keb dari Prodi Kebidanan.

Sementara itu, tim ketiga diketuai oleh Mei Ryan Sandi, S.P., M.Si., dari Prodi Agribisnis, dengan anggota Hidayatna Putri, S.E., M.Si dari Prodi Bisnis Digital dan Dini Hardiani Has, S.Hut., M.Si dari Prodi Manajemen Hutan. Rangkaian acara pelepasan diawali dengan pembukaan acara dan kata sambutan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, Alumni, dan Karir, Hidayatna Putri, S.E., M.Si.

Dalam sambutannya, ia berharap agar seluruh kegiatan pengabdian dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian program Mahasiswa Berdampak oleh Kepala LPPM ST Bhinneka, Hendris Syah Putra, S.P., M.Si. Dalam arahannya, mahasiswa diingatkan untuk bersikap kreatif dan inovatif dalam menghadapi permasalahan di lapangan.

Program ini pada awalnya merupakan inisiatif mahasiswa, namun karena keterbatasan waktu dirancang oleh dosen, sehingga mahasiswa diberikan ruang untuk mengembangkan kegiatan sesuai kebutuhanmasyarakat selama kurang lebih 20 hari pelaksanaan.

Perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mia Wananda Varwasih, S.P.,M.Si, menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa diwajibkan mempersiapkan kebutuhan secara matang sebelum keberangkatan. “Pelepasan Mahasiswa Berdampak akan dilaksanakan pada Senin, 9 Februari pukul 07.00 WIB. Mahasiswa sudah harus berkumpul di kampus, keperluan dibawa dengan lengkap, sementara penginapan dan konsumsi akan didanai,” ujarnya.

152 mahasiswa/i yang akan ditugaskan ke tiga lokasi terdampak di Sumatera Utara, yaitu Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang; Desa Pasar Rawa, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat; serta Desa Suka Damai, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai.

Selama pelaksanaan program mahasiswa berdampak, para mahasiswa/i akan menetap di lokasi selama ± 1 bulan yang akan menjalankan berbagai kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat, pemulihan sosial, serta penguatan ekonomi pascabencana.

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan dosen pembimbing guna memastikan keberlangsungan dan keberhasilan program. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelepasan mahasiswa secara simbolis yang dihadiri oleh Dekan, Ketua Program Studi, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Melalui Program Mahasiswa Berdampak ini, Universitas Satya Terra Bhinneka menegaskan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, serta membentuk mahasiswa yang peduli, kolaboratif, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

(NS/BR)

Baca Juga

Rekomendasi