Ilustrasi (AI)
Analisadaily.com, Sidikalang – Suasana di SMK Swasta HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, berubah mencekam pada Selasa (10/2).
Sebanyak ratusan siswa terpaksa dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan setelah mengeluh sakit perut hebat, mual, hingga muntah-muntah.
Insiden massal ini diduga kuat terjadi usai para siswa menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada hari sebelumnya.
Kepala SMK Swasta HKBP Sidikalang, Melanton Sirait, mengonfirmasi bahwa gelombang sakit massal ini mulai terlihat sejak pagi hari saat jam pelajaran dimulai.
Awalnya, hanya satu per satu siswa yang meminta izin pulang karena merasa tidak enak badan.
Namun, situasi dengan cepat memburuk. Jumlah siswa yang mengeluh sakit melonjak drastis hingga pihak sekolah harus melakukan evakuasi besar-besaran.
"Awalnya ada siswa permisi pulang karena sakit perut dan mual. Kemudian, jumlah yang mengalami sakit kian bertambah banyak. Diduga, anak-anak keracunan setelah menyantap MBG kemarin," ungkap Melanton kepada wartawan.
Sekitar pukul 11.00 WIB, ambulans dan kendaraan sekolah dikerahkan untuk mengevakuasi para pelajar yang lemas.
Para korban kini tersebar di beberapa titik medis guna mendapatkan penanganan darurat di RSUD Sidikalang, RS Serenapita, dan Puskesmas Hutarakyat.
Bahkan hingga malam hari, para guru masih terus menyisir rumah kos siswa untuk memastikan tidak ada pelajar yang tertinggal dalam kondisi sakit tanpa pertolongan.
Salah satu korban, Yohani Hutabarat (Kelas XI), menceritakan penderitaannya saat dirawat di RSUD Sidikalang.
Ia mengaku gejala mulai menyerang pada pukul 01.00 WIB dini hari setelah mengonsumsi menu MBG di sekolah pada hari Senin (9/2).
"Keluhannya mual, mencret, dan pusing," tuturnya lemas.
Hal senada disampaikan Anna Situmorang (Kelas XI) yang mengaku mengalami sesak napas dan Aan Lubis (Kelas X) yang menderita sakit perut hebat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah masih mendata total pasti korban dari keseluruhan 800 lebih siswa yang ada di lembaga pendidikan tersebut.
Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh siswa mendapatkan perawatan medis, sembari menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut mengenai kandungan makanan yang dikonsumsi para siswa.
(SSR/RZD)