RSUD Sidikalang Terima Tambahan 25 Bed Tangani Pasien Keracunan MBG (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang - Direktur RSUD Sidikalang Kabupaten Dairi, dr Mey Sitanggang, Selasa (10/2) mengatakan, menerima tambahan 25 bed (tempat tidur) pasca lonjakan pasien diduga keracunan makanan bergizi gratis (MBG).
“Kita terima tambahan 25 bed pasca lonjakan pasien,” kata Mey.
Mey menyebut, menangani 52 siswa dengan keluhan mencret, mual, sesak nafas dan sejenisnya. Pun begitu, Mey tidak secara spefisik menyebut, pelajar dimaksud mengalami keracunan.
“Yang paling berhak menyatakan, pasien keracunan atau tidak, sebenarnya dokter. Itu sesuai hasil observasi,” kata Mey.
Yang penting, sebut Mey, perawatan dilakukan secara intensif. Diutarakan, akibat lonjakan pasien, jam kerja tenaga medis bertambah.
“Inikan urusan kemanusiaan dan mendesak. Kami harus kerja ekstra. Salah satu solusi, jam kerja bertambah. Selain itu, tenaga medis di ruang tertentu diinstruksikan membantu rekan,” kata Mey.
Dijelaskan, pasien masuk mulai pagi hari. Sebagian diantaranya merupakan rujukan dari Puskesmas Huta Rakyat. Hasil penanganan, kata Mey, beberapa diantaranya membaik. Tetapi, belum diperbolehkan pulang.
“Beberapa diantara pasien, kondisi kesehatan mulai membaik. Tetapi belum diperbolehkan pulang hingga menunggu penilaian dokter,” ujar Mey.
Sebagaimana diberitakan, ratusan siswa SMK HKBP Sidikalang diduga mengalami keracunan MBG. Menu itu dikonsumsi, Senin (9/2) siang. Lalu, gangguan mengemuka jelang belajar, Selasa (10/2) pagi. Mereka mencret, muntah, mual dan pusing.
Diperoleh info, para siswa dimaksud, umumnya berasal dari desa di luar Kecamatan Sidikalang. Mereka kos di berbagai tempat.
Seorang guru mengungkap, menjemput siswa atas keluhan di atas. “Kami mau jemput siswa dari kos untuk dibawa ke rumah sakit,” kata guru.
(SSR/RZD)