Sidikalang Darurat MBG: Korban Keracunan Meluas ke Berbagai Sekolah, Ratusan Siswa Tumbang! (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang – Kasus dugaan keracunan massal akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Dairi kian mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya meracuni ratusan siswa SMK HKBP, hari ini korban kembali berjatuhan dari sekolah lain, yakni SMK Arina Sidikalang, Rabu (11/2).
Kepala Dinas Kesehatan Dairi, dr. Henry Manik, mengungkapkan bahwa jumlah korban terus merangkak naik. "Kemarin ada 154 siswa dari SMK HKBP. Hari ini, masuk lagi 14 orang dari SMK Arina," jelas Henry saat memantau langsung kondisi di RSUD Sidikalang.
Pemandangan di depan gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) tampak mencekam. Di tengah wawancara, dr. Henry bahkan menyaksikan langsung para guru membopong siswa yang lemas masuk ke ruang medis. Karena kapasitas yang mulai penuh, dr. Henry terpaksa mengarahkan pasien baru ke RS Serenapita.
Kualitas makanan yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palapa kini menjadi sorotan tajam. Syela Ramadhani dan Laila Tarigan, siswi SMK Arina yang kini terkulai lemas, membeberkan kondisi makanan yang mereka santap.
"Waktu kami belah, tempenya sudah busuk dan rasanya pahit. Nasinya berair, terus tauge-nya seperti sudah lama dan belum masak. Ikannya tongkol kering ditaruh begitu saja di atas sambal," ungkap Syela sambil memegang kantong plastik, berjaga-jaga jika rasa mual di perutnya tak lagi tertahan.
Kepala Sekolah SMK Arina, Herman Sitorus, menjelaskan bahwa insiden di sekolahnya bermula dari kelas 11 Kecantikan.
"Ini adalah sajian perdana dari SPPG Palapa untuk kami. Awalnya 6 orang mengeluh mual dan muntah, lalu menyusul 4 orang lagi. Hingga siang ini, total sudah 16 siswa kami yang masuk rumah sakit," tegas Herman.
Hingga saat ini, sebagian besar korban tersebar di beberapa titik perawatan, mulai dari Puskesmas Huta Rakyat, RSUD Sidikalang, hingga RS Serenapita. Dugaan kuat mengarah pada kontaminasi makanan (keracunan) pada menu yang dibagikan pada Senin dan Selasa lalu.
Pihak berwenang diharapkan segera mengambil tindakan tegas terhadap penyedia jasa makanan agar tragedi "Makan Bergizi" yang justru membawa petaka ini tidak meluas ke sekolah lain.
(SSR/RZD)