Dinkes Dairi Kirim Sampel MBG Pasca Dugaan Keracunan (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Sidikalang – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, dr Henry Manik, Rabu (11/2) mengatakan, telah mengirim sampel Makanan Bergizi Gratus (MBG) ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Medan.
Langkah tersebut dilakukan menindaklanjuti kasus dugaan keracunan setelah pelajar usai mengkonsumsi MBG.
“Kita sudah kirim sampel ke Labkesda. Hasilnya mungkin keluar lebih dari 3 hari," kata Henry.
Sampel tersebut diambil dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Palapa. Setiap hari, disediakan sampel.
Bukankah sampelnya harus dari makanan siswa? Henry menyebut, bahan itu tidak ditemukan lagi. Sebab, peristiwa muncul, sehari setelah disantap.
Dijelaskan, berdasarkan hasil observasi sementara, gangguan kesehatan pada sejumlah pelajar disebabkan keracunan.
“Hasil observasi sementara, disebabkan keracunan," kata Henry.
Henry menyebut, dugaan keracunan menimpa siswa dalam 2 hari berturut-turut. Hari pertama, Selasa (10/2) menyasar 154 pelajar SMK HKBP Sidikalang. Selanjutnya, hari ke dua menerpa 16 pelajar di SMK Arina Sidikalang. Menu disediakan SPPG Palapa.
Penjelasan Henry, pimpinan SPPG Palapa belum menghadap ke mereka. Hanya melalui komunikasi telepon.
Dijelaskan, pasien dirawat di RSUD Sidikalang, RS Serenapita dan Puskesmas Huta Rakyat. Data di hari pertama sebanyak 154 orang. Kemudian bertambah lagi. Di hari kedua, 16 siswa SMK Arina. Kabarnya, dari SMK HKBP, masuk lagi, pagi itu.
“Makanannya tidak enak. Nasinya berair, sayur togenya tidak masak atau sudah lama. Tempenya busuk, rasanya agak pahit," kata Syela Ramadhani Sembiring dan Laila Tarigan siswa SMK Arina di ruang IGD RSUD Sidikalang.
Murid dimaksud menerangkan, mereka mengalami mual, muntah, menceret dan pusing.
Sementara itu, Kasi Keperawatan RSUD Sidikalang, Eva Napitupulu menerangkan, kondisi sebagian pasien mulai membaik. Namun, belum diperbolehkan pulang.
“Kondisi sebagian pasien sudah membaik. Tetapi, belum diperbolehkan pulang," kata Eva.
Diperoleh kabar, di hari kedua, jumlah siswa SMK HBK menjalani penanganan medis, mash bertambah.
(SSR/RZD)