Jejak Sejarah BI Sumut, Penjaga Stabilitas Rupiah (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Sejarah Bank Indonesia (BI) di Medan, Sumatera Utara tidak dapat dilepaskan dari perkembangan kota ini sebagai pusat perdagangan di Sumatera.
Sejak masa kolonial Belanda, Medan dikenal sebagai kota perkebunan yang sibuk dengan komoditas tembakau, karet, dan kelapa sawit.
Aktivitas ekonomi yang padat membuat wilayah ini membutuhkan lembaga keuangan yang mampu mengatur peredaran uang dan transaksi perdagangan.
Pada masa itu, peran tersebut dijalankan oleh De Javasche Bank, bank sentral milik pemerintah Hindia Belanda. Kantor De Javasche Bank di Medan menjadi pusat kegiatan keuangan sekaligus simbol kekuatan ekonomi kolonial.
Bangunan bergaya arsitektur Eropa tersebut hingga kini masih berdiri dan dikenal sebagai salah satu bangunan bersejarah di Kota Medan. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah Indonesia menasionalisasi De Javasche Bank.
Pada tahun 1953, bank tersebut resmi berubah menjadi Bank Indonesia. Sejak saat itu, Bank Indonesia berfungsi sebagai perwakilan bank sentral di wilayah Sumatera Utara.
Bank Indonesia Sumut memiliki peran utama menjaga kestabilan nilai rupiah dan sistem moneter di Sumatra Utara. Selain itu, BI juga melaksanakan berbagai layanan langsung kepada masyarakat, salah satunya layanan penukaran uang melalui program kas keliling yang rutin digelar menjelang momen besar seperti Ramadan dan Idulfitri.
Salah seorang warga yang memanfaatkan layanan tersebut, Rizky Pratama (32), mengatakan program penukaran uang dari Bank Indonesia sangat membantu masyarakat.
Setiap menjelang Lebaran saya biasanya menukar uang lewat kas keliling Bank Indonesia. Prosesnya tertib dan uang yang diberikan layak edar, jadi lebih nyaman,” ujar Rizky saat ditemui di kawasan pusat kota Medan, Rabu (11/2/2026).
Selain layanan penukaran uang, Bank Indonesia Medan juga aktif mengedukasi masyarakat terkait keuangan dan sistem pembayaran, termasuk melalui kolaborasi kegiatan edukasi finansial bersama universitas dan komunitas di Kota Medan dan sekitarnya.
Program tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengelolaan keuangan dan peran bank sentral.
Sementara itu, Rahma (52), warga Medan yang melintas di kawasan Jalan Balai Kota, menilai keberadaan gedung Bank Indonesia Medan memiliki nilai sejarah yang kuat.
Bangunannya masih terjaga dan menjadi salah satu ikon kota. Dari sini kita bisa melihat bagaimana sejarah ekonomi Medan berkembang dari masa kolonial sampai sekarang, katanya.
Berdasarkan data yang tercatat, kantor Bank Indonesia Medan beralamat di Jalan Balaikota No. 4, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, dan beroperasi sebagaimana jam kerja kantor perwakilan Bank Indonesia pada umumnya.
Berita kiriman dari: Ricky Ananda