Mutasi Massal di Taput: 8 Kepala Dinas Lengser Menjadi Kabid dan Staf Teknis

Mutasi Massal di Taput: 8 Kepala Dinas Lengser Menjadi Kabid dan Staf Teknis
Mutasi Massal di Taput: 8 Kepala Dinas Lengser Menjadi Kabid dan Staf Teknis (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Tarutung – Peta birokrasi di Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mendadak bergejolak. Bupati Jonius Taripar Parsaoran (JTP) Hutabarat secara resmi mencopot dan memutasi delapan Kepala Dinas (Kadis) pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam prosesi pelantikan yang digelar di Aula Martua, Kantor Bupati, Selasa (10/2).

Langkah drastis ini mengundang perhatian publik lantaran para pejabat eselon II tersebut tidak sekadar digeser, melainkan banyak yang "turun gunung" menempati posisi setingkat Sekretaris, Kepala Bidang, hingga staf Penelaah Teknis Kebijakan.

Gebrakan ini menyasar nama-nama besar di lingkungan Pemkab Taput. Dalan Nakkok Panataran Simanjuntak yang sebelumnya menjabat Kadis PUPR, kini harus menjabat sebagai Sekretaris Dinas PUTR dan Perhubungan. Nasib serupa menimpa Josua Parningotan Situmeang (Kadis Perhubungan) dan Bontor Arifin Hutasoit (Kadis Sosial) yang kini harus turun posisi menjadi Kepala Bidang.

Sementara itu, Heber Saur Maruli Tambunan yang sebelumnya menjabat Kadis Lingkungan Hidup, kini menjabat sebagai Kabid Pengelolaan Limbah B3. Penurunan jabatan yang paling mencolok dialami oleh empat Kadis lainnya yang kini dimutasi menjadi Penelaah Teknis Kebijakan di berbagai dinas.

Mereka adalah Jonner Julifer (eks Kadis Perumahan dan Pemukiman), Sasma Hamonangan Sotumorang (eks Kadis Pariwisata), Hendrik Taruna (eks Kadis Pemuda dan Olahraga), serta Asna Rosleli Sinaga (eks Kadis Pengendalian Penduduk dan KB).

Dalam sambutannya yang tegas, Bupati JTP Hutabarat mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang bisa ditarik kapan saja. Ia menekankan bahwa loyalitas dan kinerja nyata adalah satu-satunya cara untuk bertahan di kabinetnya.

"Jabatan bukanlah sesuatu yang bersifat permanen, tetapi sewaktu-waktu akan terus dilakukan evaluasi. Siapa yang memiliki kinerja yang baik, responsif, dan berdedikasi akan diberikan kesempatan. Sebaliknya, yang tidak menunjukkan kinerja, tentu akan dievaluasi," tegas JTP.

Selain mencopot delapan pimpinan OPD tersebut, Bupati JTP juga melantik puluhan pejabat eselon III dan IV guna menyegarkan kembali roda pemerintahan di Tapanuli Utara agar lebih lincah dalam melayani masyarakat.

(CAN/RZD)

Baca Juga

Rekomendasi