Dosen ST Bhinneka diabadikan saat melaksanakan PKM di Desa Tanjung Rejo (Analisadaily/Istimewa)
Analisadaily.com, Medan - Dosen Satya Terra (ST) Bhinneka melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema “Pemberdayaan Masyarakat tentang Pengendalian Perubahan Iklim melalui Program Kampung Iklim (ProKlim)” di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Nirwansyah Sukartara, SH., M.Kn., Dini Hardiani Has, S.Hut., M.Si., serta Sahat Raja Marigo Girsang, S.Hut., M.Si., dengan mitra Kelompok Tani Hutan (KTH) Sigma Batik yang berlokasi di Dusun XIV Desa Tanjung Rejo.
Program PKM ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim, khususnya di wilayah pesisir, melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, Forum Group Discussion (FGD), pelatihan, hingga aksi nyata di lapangan.
Dalam tahap sosialisasi, tim dosen memberikan pemaparan mengenai dampak perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir dan hutan mangrove, serta pentingnya menjaga lingkungan sebagai bentuk mitigasi bencana. Kegiatan ini diikuti oleh aparatur desa, kelompok tani, dan masyarakat setempat.
Selanjutnya, FGD dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah desa, serta masyarakat untuk membahas kondisi iklim lokal dan menentukan jenis mangrove yang sesuai dengan kondisi wilayah. Mangrove yang ditanam diharapkan mampu mencegah abrasi sekaligus dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami batik oleh masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan penanaman mangrove secara kolaboratif yang melibatkan kelompok tani dan warga desa. Selain itu, tim PKM juga mengadakan pelatihan pengelolaan limbah dan sampah dengan melibatkan mahasiswa, termasuk pembentukan pusat daur ulang dan kampanye kebersihan lingkungan guna meningkatkan nilai ekonomi masyarakat sekaligus mengurangi sampah plastik.
Ketua tim PKM, Nirwansyah Sukartara, menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dan stakeholder menjadi kunci utama keberhasilan Program Kampung Iklim ini. “Partisipasi aktif masyarakat tidak hanya dalam penanaman, tetapi juga dalam pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan menjadi tujuan utama kegiatan ini,” ujarnya.
Program ini juga melibatkan pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektor. Evaluasi awal menunjukkan keberhasilan penanaman mangrove serta tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan, yang diharapkan dapat menjamin keberlanjutan ProKlim di Desa Tanjung Rejo.
Dengan adanya kegiatan PKM ini, ST Bhinneka berharap dapat berkontribusi nyata dalam pengendalian perubahan iklim sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan komunitas.
(NS/BR)